Kanal Headline Tokoh

Mengenang Zulmansyah Sekedang

Jakarta, KepriDays.co.id – Dunia pers Indonesia berduka atas kepergian Zulmansyah Sekedang, seorang penjaga marwah pers yang dikenal berintegritas dan memiliki sikap legowo, meninggalkan warisan penting bagi jurnalisme nasional.

Kabar duka menyelimuti dunia pers Indonesia dengan berpulangnya Zulmansyah Sekedang pada Sabtu, 18 April 2026, dini hari. Tokoh pers yang dikenal sebagai penjaga marwah pers ini meninggal dunia akibat serangan jantung.

Kepergiannya yang mendadak meninggalkan duka mendalam bagi insan pers nasional. Zulmansyah Sekedang dikenang sebagai sosok organisator dan jurnalis yang tenang namun memiliki keteguhan luar biasa.

Jejak pengabdiannya terukir panjang dalam menjaga integritas profesi wartawan. Ia adalah pribadi yang tidak gemar sorotan, namun mampu mengikat banyak simpul dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Kehilangan ini bukan hanya duka personal, tetapi juga menjadi momen refleksi bagi masa depan jurnalisme Indonesia.

Sosoknya mengajarkan pentingnya kepemimpinan berintegritas di tengah tantangan zaman. Warisan nilai-nilai yang ditinggalkan Zulmansyah Sekedang akan terus relevan bagi dunia pers.

Baca Juga

Salah satu aspek paling menonjol dari perjalanan Zulmansyah Sekedang adalah sikap legowonya yang menjadi kunci. Sikap ini sangat terasa dalam setiap keputusan penting yang diambilnya, terutama saat PWI menghadapi konflik internal. Ia berada di posisi krusial ketika organisasi sangat membutuhkan figur yang mampu meredakan ketegangan.

Momentum Kongres Luar Biasa (KLB) PWI tahun 2024 menjadi bukti nyata dari kebijaksanaannya. Kala itu, organisasi sempat dilanda perpecahan struktural dan ketegangan yang serius. Di tengah situasi yang penuh tantangan, Zulmansyah memilih untuk berkompromi demi menjaga keutuhan PWI.

Ia menerima posisi sebagai Sekretaris Jenderal mendampingi Akhmad Munir, sebuah pilihan strategis untuk merawat organisasi. Keputusan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak selalu tentang posisi tertinggi, melainkan kemampuan menjaga kesinambungan.

Langkah ini krusial dalam memulihkan stabilitas dan mengembalikan kepercayaan anggota PWI di berbagai daerah.

Sikap legowo Zulmansyah bukan sekadar sifat pribadi, melainkan instrumen organisasi yang efektif. Dengan meredam ego, ia membuka ruang kolaborasi yang luas. Hal ini menjadi pelajaran berharga bagi ekosistem pers Indonesia yang kerap menghadapi fragmentasi dan polarisasi.

Editor : Roni

Share
Tags: Mengenang Zulmasyah Sekedang Tokoh Pers Zulmansyah