Dirreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol. Silvester. Foto: Yolana
Anambas, KepriDays.co.id – Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Jembatan Selayang Pandang (SP) 2 Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, terus berlanjut di Polda Kepulauan Riau.
Aparat kepolisian masih mengumpulkan bukti dan keterangan dari sejumlah pihak yang terlibat dalam proyek tersebut.
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Kepri, Kombes Pol Silvester Simamora mengatakan, sudah ada 10 orang yang diperiksa berkaitan langsung dengan proyek.
“10 orang diperiksa. Mulai dari Kepala Dinas, pejabat terkait, dan mantan Bupati,” ujar Kombes Pol Silvester, Senin (20/4).
Selain itu, Silvester menjelaskan, para saksi yang diperiksa berasal dari berbagai unsur, termasuk kontraktor pelaksana proyek yakni PT Ganesha serta pihak penyedia fabrikasi tiang pancang dan slab, PT Wika Citra Lautan Teduh.
“Jumlah saksi masih berpotensi bertambah seiring pengembangan kasus yang terus dilakukan penyelidik,” katanya.
Sedangkan tim penyelidik, lanjut Silvester, telah turun langsung ke lokasi proyek di Tarempa untuk memastikan kondisi fisik jembatan sesuai dengan spesifikasi teknis yang direncanakan.
“Kita memeriksa sesuatu harus ada bukti. Jadi kita ukur jembatannya, sesuai tidak spesifikasinya,” jelas Silvester.
Kemudian petugas pun mengambil sampel material seperti aspal dan komponen lainnya untuk diuji lebih lanjut guna memastikan kualitasnya.
Saat proses pemeriksaan berlangsung, sejumlah pihak turut mendampingi petugas, di antaranya mantan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Khairul Anwar, mantan Kepala Bidang Bina Marga Isa Hendra, serta mantan Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris.
“Jadi kalau korupsi saya tidak bisa terus terang karena masih proses. Mohon bersabar,” kata Silvester.
Untuk itu, dia mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil penyelidikan yang sedang berjalan dan tidak berspekulasi terkait kasus tersebut.
Sementara untuk diketahui, proyek pembangunan Jembatan SP 2 Tarempa menelan anggaran sekitar Rp77 miliar dengan panjang mencapai kurang lebih 1.150 meter.
Jembatan tersebut merupakan salah satu infrastruktur penting di wilayah Tarempa karena berfungsi menunjang konektivitas dan aktivitas masyarakat setempat.
Wartawan : Yolana
Editor : Roni