Tanjungpinang, Kepridays.co.id– Pemilihan Ketua Rukun Tetangga (RT) yang tengah berlangsung di berbagai wilayah Kota Tanjungpinang diharapkan tidak menjadi pemicu perpecahan di tengah masyarakat. Sebaliknya, momentum tersebut hendaknya dijadikan sarana memperkuat kebersamaan, mempererat silaturahmi, dan membangun kepedulian sosial antarwarga.
Sekretaris Umum MUI Kota Tanjungpinang, Mhd. Munirul Ikhwan, mengingatkan bahwa perbedaan pilihan dalam pemilihan Ketua RT merupakan sesuatu yang lumrah dalam kehidupan demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menghilangkan nilai persaudaraan dan semangat gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat.
“Pemilihan Ketua RT bukanlah ajang mencari lawan, melainkan memilih pelayan masyarakat yang dipercaya untuk mengurus kepentingan warga. Karena itu, jangan sampai perbedaan pilihan membuat hubungan bertetangga menjadi renggang atau bahkan menimbulkan permusuhan,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, jabatan Ketua RT merupakan amanah yang bersifat sosial dan kemasyarakatan. Siapa pun yang terpilih nantinya tetap memiliki tanggung jawab yang sama, yakni melayani seluruh warga tanpa membedakan siapa yang mendukung maupun yang tidak mendukungnya dalam pemilihan.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Silaturahmi Ta’mir Masjid dan Mushalla (Fahmi Tamami) Kota Tanjungpinang itu menegaskan bahwa masyarakat harus menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi dengan mengedepankan etika, akhlak, dan sikap saling menghormati.
“Jangan karena berbeda pilihan lalu saling menjatuhkan, menyebarkan fitnah, membangun kelompok-kelompok yang saling bermusuhan, atau memutus silaturahmi. Ketua RT dipilih untuk menyatukan warga, bukan menjadi sebab terpecahnya masyarakat,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa Islam memberikan perhatian besar terhadap pentingnya menjaga persatuan dan menghindari perpecahan. Allah SWT berfirman:
*”Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berbantah-bantahan yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu.”* (QS. Al-Anfal: 46).
Ayat tersebut, menurutnya, mengandung pesan bahwa perselisihan yang tidak dikelola dengan baik dapat melemahkan kekuatan dan persatuan masyarakat. Karena itu, setiap warga hendaknya menahan diri dari sikap provokatif dan mengedepankan dialog serta musyawarah.
Selain itu, Allah SWT juga berfirman:
*”Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah antara kedua saudaramu.”* (QS. Al-Hujurat: 10).
“Jabatan Ketua RT hanya berlangsung beberapa tahun, tetapi persaudaraan dan hubungan bertetangga akan terus berjalan dalam waktu yang panjang. Jangan korbankan persaudaraan hanya karena perbedaan pilihan dalam sebuah pemilihan,” katanya.
Munirul berharap seluruh rangkaian pemilihan Ketua RT di Kota Tanjungpinang dapat berlangsung aman, damai, dan penuh suasana kekeluargaan. Ia juga mengajak para calon dan tim pendukung untuk memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dengan menjaga etika, menghormati hasil pemilihan, serta bersama-sama membangun lingkungan setelah proses demokrasi selesai.
“Siapa pun yang terpilih adalah pilihan warga dan harus kita hormati bersama. Setelah pemilihan berakhir, tidak ada lagi kubu-kubuan. Yang ada adalah kebersamaan untuk membangun lingkungan yang aman, harmonis, religius, dan penuh semangat gotong royong,” pungkasnya. (*)
