Haji Dharma Setiawan Sebut RT dan RW Garda Terdepan Tangkal Hoaks di Bintan

Bintan, KepriDays.co.id – Ibu-ibu jamaah majelis taklim memiliki peran yang sangat vital sebagai madrasah pertama (madrasatul ula) dalam mendidik generasi penerus dan merawat ukhuwah atau kerukunan bertetangga di tingkat akar rumput.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Anggota MPR/DPD RI Dapil Kepri, H. Dharma Setiawan, di sela-sela kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama ibu-ibu jamaah BKMT Majelis Taklim AL-Jannah di Aula RW 1, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Kamis (18/06/2026).

Dalam pemaparannya yang mengangkat esensi Sila Pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa) dan Sila Kedua (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab), pria yang akrab disapa Bang Haji ini mengingatkan bahwa pemahaman agama yang baik harus disandingkan dengan adab dan etika kemanusiaan.

“Peran ibu sangat sentral. Kita harus menjadi teman diskusi bagi anak di rumah agar mereka tidak mudah terpapar paham radikal atau tontonan merusak di internet. Kenalkan nilai-nilai Empat Pilar dan cinta tanah air sejak dini sebagai pelindung atau tameng bagi mereka,” ungkap Bang Haji di hadapan para peserta yang hadir.

Selain tantangan mendidik anak di era digital, Dharma Setiawan juga menyoroti pentingnya merawat kerukunan antarwarga dan bahaya penyebaran berita bohong (hoaks) yang kerap beredar memicu perdebatan di grup-grup WhatsApp pengajian ibu-ibu.

Menurutnya, di era keterbukaan informasi saat ini, jamaah majelis taklim harus mengedepankan budaya Tabayyun (klarifikasi kebenaran informasi).

“Jika ada yang menyebarkan berita provokatif di grup, kita harus proaktif mengingatkan dengan cara yang hikmah dan santun. Grup majelis taklim sebaiknya difokuskan untuk berbagi ilmu agama dan informasi sosial keumatan demi merawat persatuan di atas perbedaan pilihan politik,” imbaunya.

Bang Haji juga merespons aspirasi jamaah terkait dukungan terhadap program-program kolaborasi bakti sosial lintas majelis taklim di tingkat kecamatan sebagai wujud nyata pengamalan keadilan sosial.

Di akhir kegiatan, ia menyambut baik usulan ibu-ibu yang menginginkan adanya ‘Buku Saku Empat Pilar’ dengan bahasa yang lebih sederhana dan dilengkapi dengan dalil-dalil agama atau kisah teladan yang relevan dengan nilai-nilai kebangsaan.

“Kehadiran dan partisipasi aktif ibu-ibu BKMT hari ini menunjukkan komitmen luar biasa dalam merawat ukhuwah. Semoga kerukunan dan kedamaian di lingkungan kita dapat terus terjaga, dan praktik saling tolong-menolong antar tetangga terus hidup sebagai wujud nyata pengamalan Pancasila,” pungkasnya.

Editor: Roni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *