Anambas, KepriDays.co.id – Penantian Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas untuk menerima Gaji ke-13 masih berlanjut.
Memasuki Juli 2026, hak para pegawai itu belum juga dibayarkan karena kemampuan anggaran daerah belum mencukupi. Gaji ke-13 yang seharusnya disalurkan pada Juni 2026 terpaksa tertunda.
Sedangkan hingga kini, pemerintah daerah masih belum bisa memastikan kapan pembayaran tersebut akan dilakukan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Sahtiar mengatakan, pemerintah masih berupaya mencari sumber pendanaan agar Gaji ke-13 dapat segera dibayarkan kepada seluruh ASN.
“Rinciannya untuk PPPK gajinya Rp12 miliar dan PNS sekitar Rp11 miliar. Ya sekitar Rp23 miliar untuk membayarkan Gaji ke-13,” ujar Sahtiar, Rabu (1/7/2026).
Ia menjelaskan, beban anggaran tahun ini jauh lebih besar dibandingkan saat penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) beberapa waktu lalu.
Pasalnya, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap I dan tahap II yang diangkat pada 2025 kini, telah genap satu tahun masa kerja sehingga Gaji ke-13 mereka harus dibayarkan penuh.
“Kalau THR kemarin kan PPPK tahap 1 dan 2 belum satu tahun bekerja, jadi penyalurannya tidak 100 persen. Sekarang mereka sudah satu tahun, mau tidak mau kita bayarkan 100 persen,” katanya.
Sementara di tengah keterbatasan fiskal, APBD Kabupaten Kepulauan Anambas saat ini hanya mampu menanggung belanja yang bersifat prioritas, seperti gaji bulanan ASN, operasional dana desa, dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
“TPP kita kan sudah tidak 100 persen disalurkan setiap bulan. Masing-masing pegawai cuma terima 75 persen,” kata Sahtiar.
Sahtiar mengakui penundaan Gaji ke-13 ini terjadi di saat ASN sedang membutuhkan tambahan biaya untuk memenuhi berbagai kebutuhan, termasuk memasuki tahun ajaran baru sekolah.
Meski demikian, ia meminta seluruh ASN bersabar karena pemerintah daerah masih terus mencari tambahan pemasukan agar kewajiban tersebut bisa dipenuhi.
“Ya seperti THR lah, ada duit langsung kita bayar. Bisa jadi bulan depan atau depannya lagi. Target sampai akhir tahun bisa disalurkan. Kita sudah koordinasi dengan pemerintah pusat untuk mencari pemasukan lain,” ujarnya.
Wartawan: Yolana
Editor: Roni
