Tanjungpinang, KepriDays.co.id – Di tengah gemerlap dunia mode yang kerap didominasi nama-nama besar, kemunculan seorang model cilik asal Kepulauan Riau (Kepri) sukses menciptakan perbincangan hangat.
Queenera Vienata Halim Lubis, siswi berusia 10 tahun dari Tanjungpinang, tampil memikat di panggung Indonesia Fashion Week 2026 dan menjadi salah satu sosok muda yang mencuri perhatian pecinta fashion Tanah Air.
Penampilan Queenera bukan sekadar debut biasa. Langkah percaya dirinya di atas catwalk menghadirkan energi baru.
Ini yang membuktikan bahwa talenta muda dari daerah memiliki peluang yang sama untuk bersinar di panggung nasional.
Kehadirannya menjadi inspirasi bagi banyak anak yang tengah mengejar mimpi di bidang seni, fashion, dan dunia kreatif.
Untuk diketahui Indonesia Fashion Week dikenal sebagai salah satu ajang mode paling bergengsi yang mempertemukan desainer, model, pelaku industri, hingga pencinta fashion dari berbagai daerah.
Tampil dalam ajang sebesar ini tentu menjadi pengalaman yang berharga bagi seorang anak berusia 10 tahun. Namun, Queenera mampu menunjukkan kemampuan yang membuat banyak pihak memberikan apresiasi.
Saat itu, Queenera mengenakan rancangan eksklusif dari Atelier De Itja Ahmad (Kak Ica), Appmi Sulawesi Selatan. Busana yang dikenakannya terinspirasi dari karakter Cinderella dengan siluet gaun panjang yang elegan.
Detail mewah dan sentuhan dongeng klasik membuat penampilannya tampil menonjol di atas panggung.
“Rasanya sangat senang sekaligus bangga bisa tampil di Indonesia Fashion Week. Ini pengalaman yang luar biasa dan tidak akan pernah dilupakan,” ujar Queenera.
Perjalanan menuju panggung Jakarta bukanlah langkah pertama dalam dunia modeling. Sebelumnya, pada April 2025, Queenera telah menunjukkan kemampuannya di Bangkok Fashion Week, Thailand.
Pengalaman internasional tersebut menjadi bekal penting yang membentuk mental dan kepercayaan dirinya saat menghadapi panggung yang lebih besar.
Meski telah memiliki pengalaman tampil di luar negeri, rasa gugup tetap hadir menjelang penampilannya di Indonesia Fashion Week. Atmosfer panggung besar, sorotan lampu, serta perhatian penonton menjadi tantangan tersendiri. Namun profesionalisme yang ditunjukkan model cilik ini mendapat banyak pujian.
Menariknya, salah satu tantangan terbesar datang dari busana yang dikenakan. Korset yang menjadi bagian dari kostum dirancang cukup ketat sehingga membutuhkan adaptasi selama sesi berjalan di catwalk. Meski demikian, Queenera tetap mampu menjaga ekspresi dan performanya hingga akhir penampilan.
“Busananya sangat indah, tetapi cukup menantang karena korsetnya ketat. Tetap harus fokus dan memberikan penampilan terbaik,” tuturnya.
Di balik kemegahan panggung, suasana backstage menghadirkan cerita yang tak kalah menarik. Kesibukan para model, penata rias, hingga kru menciptakan suasana penuh semangat. Proses persiapan memakan waktu lebih dari satu jam, mulai dari tata rambut, rias wajah, hingga penyempurnaan detail kostum.
Momen kebersamaan bersama para model muda lainnya menjadi pengalaman berharga yang mempererat hubungan antarpeserta. Doa bersama sebelum naik panggung menjadi ritual sederhana yang membantu membangun rasa percaya diri sekaligus mengurangi ketegangan.
Sosok yang paling berperan dalam perjalanan Queenera adalah sang ibu yang selalu mendampingi sejak awal. Dukungan keluarga menjadi fondasi penting yang membantu mengembangkan bakat dan karakter positif dalam dirinya.
“Ibu adalah inspirasi terbesar. Dukungan dan semangat yang diberikan membuat langkah ini terasa lebih mudah dijalani,” ungkap Queenera.
Lebih dari sekadar tampil di atas catwalk, pengalaman ini membawa pesan kuat tentang keberanian bermimpi sejak usia dini. Dunia fashion modern tidak lagi hanya berbicara mengenai penampilan, tetapi juga karakter, disiplin, kepercayaan diri, serta kemampuan menghadapi tantangan.
Fenomena munculnya talenta muda dari berbagai daerah juga menjadi bagian dari perubahan positif industri kreatif Indonesia. Anak-anak berbakat kini memiliki lebih banyak ruang untuk berkembang, menunjukkan potensi, dan memperoleh pengalaman yang membangun masa depan mereka.
Queenera menjadi contoh bagaimana mimpi besar dapat dimulai dari langkah kecil. Dari Tanjung Pinang menuju Bangkok, lalu melangkah ke Indonesia Fashion Week 2026, perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa usia bukanlah batas untuk berkarya dan berprestasi.
Penampilan gemilang Queenera Vienata Halim Lubis di Indonesia Fashion Week 2026 menjadi simbol lahirnya generasi muda yang berani tampil, berani bermimpi, dan berani bersaing di panggung yang lebih luas. Kisah ini bukan hanya tentang fashion, melainkan tentang semangat, ketekunan, dan keyakinan bahwa setiap mimpi layak diperjuangkan hingga menjadi kenyataan.
Editor: Roni
