Anambas, KepriDays.co.id – Pendidikan di Kabupaten Kepulauan Anambas mendapat perhatian besar pada 2026.
Pemerintah daerah melanjutkan program seragam sekolah gratis yang kini memasuki tahun kedua dan menyasar ribuan pelajar.
Program ini memberikan perlengkapan sekolah secara cuma-cuma kepada murid baru mulai dari jenjang PAUD, TK, SD hingga SMP yang tersebar di seluruh kecamatan.
Sebanyak 2.544 pelajar menjadi penerima manfaat program tersebut tahun ini. Bantuan tersebut diharapkan dapat memangkas pengeluaran orang tua ketika anak mereka mulai memasuki jenjang pendidikan baru.
Bupati Kepulauan Anambas, Aneng mengatakan, program tersebut sengaja dilanjutkan karena kebutuhan perlengkapan sekolah menjadi salah satu beban yang harus dipersiapkan orang tua setiap tahun ajaran baru.
“Ini juga janji politik saya. Alhamdulillah tahun ini adalah tahun kedua program ini berjalan,” ujar Aneng, Senin (28/9/2026).
Selain itu, Aneng mengatakan, pemerintah daerah ingin memastikan orang tua tidak harus mengeluarkan biaya besar untuk memenuhi kebutuhan dasar anak ketika mulai bersekolah.
“Orang tua tidak perlu lagi memikirkan beban itu. Pemerintah hadir untuk membantu kebutuhan anak-anak kita, khususnya saat mereka baru masuk sekolah,” katanya.
Kemudian, Aneng menjelaskan, 2.544 penerima tersebut tersebar di 10 kecamatan. Seluruhnya merupakan murid baru dari satuan pendidikan yang masuk dalam cakupan program.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 993 siswa berasal dari jenjang PAUD dan TK. Kemudian 842 siswa merupakan pelajar SD, sedangkan 709 siswa lainnya berasal dari jenjang SMP.
“Untuk PAUD dan TK ada 993 siswa, SD 842 siswa dan SMP sebanyak 709 siswa. Semuanya merupakan murid baru,” ujar Aneng.
Jenis bantuan yang diberikan juga cukup lengkap. Para pelajar mendapatkan baju nasional, batik serta pakaian kurung Melayu sebagai bagian dari seragam sekolah. Selain pakaian, bantuan tersebut juga mencakup sepatu, tas dan kaos kaki.
Namun program tahun 2026 belum mencakup pelajar Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs). Kedua jenjang tersebut berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag), sehingga tidak masuk dalam cakupan program Pemkab Anambas tahun ini.
Aneng mengatakan pada tahun sebelumnya pelajar yang berada di bawah naungan Kemenag tetap mendapat bantuan melalui dukungan dana CSR perusahaan Kufpec.
“Kalau tahun lalu, yang di bawah naungan Kemenag kita bantu juga realisasikan melalui dana CSR perusahaan Kufpec. Tahun ini tidak,” pungkasnya.
Wartawan: Yolana
Editor: Roni
