Bintan, KepriDays.co.id – Selama pemadaman listrik di Pulau Bintan, yakni, Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan permintaan Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya Petralite mengalami kenaikan 30 Kilo Liter (KL).
Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim Polres Bintan, Iptu Daeng Salamun mengatakan, selama pemadaman listrik dari 11-13 Oktober Polres Bintan melakukan pemantuan seluruh SPBU. Hal itu dilakukan untuk memastikan penyaluran dan pembelian BBM aman.
“Sejak pemadaman listrik kita lakukan pemantuan setiap harinya. Disitu diketahui ada peningkatan permintaan BBM khusus pertalite,” ujar Iptu Daeng Salamun saat diwawancarai di Mapolsek Bintan Timur.
Selama pemadaman listrik kemarin, banyak kendaraan yang mengisi BBM khususnya mobil. Bahkan setiap kendaraan mengisi secara penuh tankinya.
Kondisi ini membuat Pertamina Tanjung Uban menambah pasokan BBM. Biasanya pertalite yang didistribusikan ke seluruh SPBU di Pulau Bintan setiap harinya 250 Kl-270 Kl. Namun selama pemadaman hingga sekarang distribusi pertalite mencapai 300 Kl.
“Jadi ada penambahan 30 Kl untuk seluruh SPBU. Baik di Bintan maupun Tanjungpinang,” jelasnya.
Untuk BBM jenis solar pasokannya tidak bertambah yaitu 50 Kl-60 Kl per harinya. Karena tidak ada peningkatan permintaan bagi pengguna truk atau lori.
Meskipun demikian, pendistribusian BBM selama pemadaman listrik hingga saat ini tetap lancar.
“Hasil koordinasi dengan Pertamina Tanjung Uban dan Transportir hanya pertalite yang bertambah pendistribusiannya. Kalau solat tidak ada namun semuanya berjalan normal dan lancar,” katanya.
Sementara disinggung ada oknum yang memanfaatkan dengan melansir BBM selama pemadaman listrik. Iptu Daeng Salamun menegaskan, dari hasil pengecekan berkala tidak ditemukan adanya pelansir BBM.
“Kita tidak ada temukan penyelewengan BBM. Tapi kami akan terus melakukan pemantauan jika nanti ditemukan akan dilakukan penindakan,” ucapnya.
Wartawan: Ari
Editor: Roni
