Tanjungpinang, KepriDays.co.id — Suasana hangat dan penuh kebersamaan tampak terasa di Laman Bunda Tepi Laut pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
Pasalnya, sebanyak lebih dari 40 orang di Tanjungpinang-Kepri tampil memukau dan berpartisipasi dalam sebuah kegiatan bertema “Kesuma Bangga Memakai Baju Kurung”.
Acara tersebut diinisiasi dengan konsep silaturahim dan kolaborasi apik dari berbagai jejaring yang bergerak di bidang Modeling & Fashion, Praga Dwipa, BR48, NR dan New Castel Platinum.

“Kehadiran para peserta dengan balutan busana tradisional baju kurung, Alhamdulillah sukses menarik perhatian masyarakat umum yang sedang menikmati suasana kawasan tepi laut,” kata Al Kidal dan Ayep Sambal Lumat selaku Penggagas dan Pencetus acara tersebut.
Sedangkan melalui kegiatan ini, Ayep mengatakan, para partisipan tidak hanya mempererat tali persaudaraan melalui ajang silaturahim, tetapi juga menunjukkan kecintaan yang mendalam terhadap busana tradisi Melayu.
“Penampilan seragam dan anggun dalam balutan baju kurung menjadi daya tarik tersendiri, sekaligus wujud nyata kebanggaan generasi masa kini dalam melestarikan warisan budaya lokal di ruang publik,” kata Ayep.
Sedangkan, Iyut Mustafa selaku senior modeling dan pemilik Akademi Praga Dwipa mengatakan, kebersamaan yang hangat meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta maupun masyarakat yang hadir di Laman Bunda Tepi Laut.
“Semoga acara seperti ini terus hadir di Kepri termasuk di Kota Tanjungpinang, yang merupakan Ibukota Provinsi. Tujuan agar talenta muda bisa berkembang hingga di kanca nasional,” terangnya.

Sementara, Al Kidal mengatakan, pihaknya membuat sebuah kebiasaan berbaju kurung khususnya di ujung minggu seperti ini, dengan harapan banyak orang berpartisipasi akan memberikan warna baru di Kota Tanjungpinang.
“Apalagi kita memiliki taman tepi laut yang indah. Jenis baju yg digunakan jika bebas, dari klasik hingga moderen, bahkan saya sendiri mereplika baju alm. Atok saya. Harapan kami, bisa menjadi ajang sosialisasi dan promosi budaya untuk semuanya, dari penggiat seni, model, dunia pariwisata dan lainnya,” kata dia.
Editor: Roni
