Tanjungpinang, KepriDays.co.id -Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang, Provinsi Kepri mewacanakan anggaran Bantuan Langsung Tunai (BLT) di daerah setempat akan dialihkan ke Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Dana itu akan dialihkan dikarenakan anggaran BLT tidak mencukupi untuk disalurkan ke masyarakat.
Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Tanjungpinang, Amrialis mengakui adanya wacana pemerintah daerah untuk anggaran BLT dialihkan ke UMKM di Tanjungpinang.
Namun, hingga saat ini belum ada keputusan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) serta Kepala Daerah yakni Plt Wali Kota Tanjungpinang, Rahma.
“Kepastinnya saya belum tau, karena sampai hari hari ini TAPD belum ada ngasih tau, saya hanya menunggu perintah,” ujar Amrialis, Jumat (10/7/2020) di kantor Camat Bukit Bestari, Tanjungpinang.
Menurutnya, pemindahan anggaran tersebut adalah wewenang TAPD dan harus dibahas dengan Banggar DPRD Kota Tanjungpinang.
“Pemindahan itu kan harus dibahas dengan Banggar DPRD Tanjungpinang” ucapnya.
Sejauh ini, terkait BLT memang ada permasalahan di anggaran yang tidak cukup. Anggaran BLT yang ada sekarang sebesar Rp12,5 miliar, sedangkan jumlah penerima ada sebanyak 35.090 Kepala Keluarga (KK).
“Secara teknis sebagai pelaksana di kita. Kalau memang sudah bisa dijalankan, ya kita jalankan karena itu tergantung pada arahan pimpinan,” jelasnya.
Hingga saat ini belum ada keputusan disalurkan atau tidak BLT tersebut. Bahkan, keputusan untuk dialihkan anggarannya belum ada.
“Kepastiannya belum ada, muda-mudahan TAPD memberi arahan terkait ini,” harapnya.
Dia menambahkan, terkait pelaksanaan penyaluran BLT di saat New Normal dirinya telah koordinasi ke Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kepri.
“Saya sudah koordinasi ke BPKP Kepri katanya boleh dilaksanakan penyalurannya BLT pada saat New Normal ini,” tutupnya.
Wartawan: Amri
Editor: Ikhwan
