Tanjungpinang, KepriDays.co.id -Covid-19 mengamuk berimbas pada penutupan Taman Batu 10 dan juga Taman Gurindam 12 yang ditutup sejak 24 Mei hingga saat ini.
Dari pantauan KepriDays.co.id, Taman Gurindam tampak sepi dan gelap tanpa seorang pun didalam taman tersebut.
Lagi-lagi dengan penutupan taman yang biasa digunakan masyarakat untuk berekreasi memberikan dampak bagi pedagang sekitarnya.
Seperti yang dialami oleh Yusnita asal Kampung Jawa yang merupakan salah satu pedagang di sekitaran Taman Gurindam 12.
Yusnita mengakui bahwa dengan ditutupnya Taman Gurindam memberikan pengaruh yang sangat besar baginya sebagai pedagang yang sehari-hari mencari rezeki untuk memenuhi kebutuhan ekonomi buat 3 anaknya di rumah.
“Pengaruh besar kuat sekali, kita punya anak kecil kehidupan kita banyak, belum anak mau masuk sekolah lagi jualan kek gini semalam cuma dapat 30 ribu,” ucapnya sambil menangis, Selasa (25/5/2021) malam.
Yusnita menyebutkan bahwa yang diharapkan hanyalah hasil dari jualannya di Taman Gurindam tersebut untuk memenuhi kebutuhannya dan keluarga.
“Yang diharapin cuma jualan ini aja.
Sebelumnya lumayan juga adalah dapat 200 ribu semalam,” ucapnya.
Dengan mata berkaca-kaca Ia menyebutkan, kadang-kadang mikir besok bisa makan gaatau tidak, tapi karena aturan ia hadapi saja.
“Anak 3 sekolah 2 SMP mau masuk SMA yang satu lagi baru mulai kerja sama orang. Itu lah yang dipikirkan anak-anak mau masuk sekolah uang untuk biaya sekolah belum ada sepeserpun,” terangnya.
Sementara itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang bertugas menjaga Taman Gurindam 12 yang berada dilokasi saat di komfirmasi oleh KepriDays enggan memberikan keterangan.
“Sebaiknya abang langsung ke pimpinan aja bang,” ucap salah satu Satpol PP yang berjaga.
Editor: Roni
