BGN Persilahkan Penerima MBG di Anambas Mengundurkan Diri

Anambas, KepriDays.co.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berjalan selama satu tahun di Kabupaten Kepulauan Anambas, selama ini program tersebut telah banyak menyasar pelajar, balita, hingga ibu hamil sebagai penerima manfaat utama.

Ada tiga dapur umum atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi, yakni, SPPG Air Asuk, SPPG Anambas Inn dan SPPG Piabung.

Ketua Tim Investigasi Badan Gizi Nasional (BGN), Arie Karimah Muhammad mengungkapkan, pelaksanaan MBG masih menghadapi sejumlah kendala seperti banyaknya keluhan dari penerima manfaat.

Keluhan yang paling sering muncul berkaitan dengan rasa makanan yang dianggap kurang enak. “Banyak yang di komplain MBG tidak enak, terus tidak variatif,” kata Arie Karimah Muhammad, Minggu (26/4).

Menurut Arie, keluhan tersebut perlu disikapi dengan bijak, program MBG sejatinya ditujukan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto tegas, MBG tidak dibagikan kepada semua kalangan. “Jadi kalau terlalu banyak komplain, mereka ada lah pilih-pilih makanan, kebanyakan berada dikalangan menengah ke atas,” ujar Arie.

Pihaknya tidak memaksa masyarakat untuk tetap menjadi penerima manfaat jika merasa tidak cocok dengan makanan yang disediakan. Bahkan, ia membuka opsi bagi mereka untuk mengundurkan diri.

“Jadi kami sudah menawarkan kalau anda merasa MBG ini tidak enak, tidak sesuai selera. Silahkan mengundurkan diri dari penerima manfaat,” tegas Arie.

Nantinya kuota yang ditinggalkan akan dialihkan kepada masyarakat lain yang lebih membutuhkan. Langkah ini dilakukan agar program tepat sasaran.

“Kami akan membagikan kepada mereka yang membutuhkan. Kami ingin mengurangi beban mereka,” lanjutnya.

Ia menyebut kondisi serupa juga dialami oleh dapur SPPG yang harus melayani ribuan penerima setiap hari. Keterbatasan waktu dan tenaga menjadi tantangan tersendiri.

Untuk itu, evaluasi terus dilakukan termasuk dengan melihat sisa makanan setiap harinya. Hal ini menjadi indikator apakah makanan diterima dengan baik atau tidak.

“Untuk hindari mubazir, dalam sehari dilihat berapa sisa makanannya. Kalau makin banyak berarti banyak yang ga suka dan pilih pilih,” ungkapnya.

Pemerintah berharap program MBG ke depan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. Perbaikan akan terus dilakukan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Wartawan : Yolana
Editor : Roni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *