Polisi : Jangan Kerja Keluar Negeri Pakai Jalur Tikus

Anambas, KepriDays.co.id – Polres Anambas gencar melakukan sosialisasi mengenai Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) kepada warga di setiap sudut daerah perbatasan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Anambas, Iptu Alfajri mengatakan, berdasarkan data dari Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) mencatat hampir 10 ribu warga yang menjadi korban TPPO.

“Para warga kita yang tidak memiliki pekerjaan, terbuai dengan iming-iming kerja di luar negeri. Ini lah kita usaha untuk memberikan edukasi, agar jangan mau bekerja diluar dengan jalur tidak resmi,” ujar Iptu Alfajri usai memberikan edukasi kepada warga di Desa Air Bini, Senin (24/2/2025).

Alfajri menjabarkan dari jumlah korban TPPO saat ini, kebanyakan ketipu rayuan bekerja di Kamboja. Di negara itu, korban diberikan pekerjaan menjadi scammer dan admin judi online.

“Data per tanggal 10 Februari kemarin, ada 5.300 orang warga Kepri yang dijebak menjadi Scammer dan admin judol di Kamboja. Kalau yang lain, korban di Malaysia maupun Singapura,” terang Alfajri.

Untuk warga yang ingin bekerja di luar negeri, ia meminta agar melalui jalur resmi ataupun menghubungi langsung BPM2I. Lalu, harus menyiapkan dokumen resmi.

“Kami meminta kepada warga untuk melaporkan setiap upaya rekrutmen mencurigakan kepada Bhabinkamtibmas atau Kantor Polisi terdekat guna mencegah potensi TPPO,” pinta Alfahri.

Tampak selama sosialisasi ini berlangsung warga menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif mengikuti sesi tanya jawab.

Sejumlah warga menganggap sosialisasi ini sangat bermanfaat dalam memberikan pemahaman mengenai bahaya TPPO.

“Dengan adanya penjelasan langsung dari pihak kepolisian, kami semakin memahami bagaimana cara melindungi diri dan keluarga dari bahaya perdagangan orang serta jerat judi,” ujar seorang warga, Bagas Aproboi.

Warga juga berkomitmen untuk membantu polisi dalam menyebarluaskan informasi ini kepada keluarga dan tetangga agar lingkungan tetap aman dan kondusif.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut karena sangat bermanfaat bagi kami. Dengan adanya sosialisasi ini, kami menjadi lebih waspada dan bisa turut serta dalam menjaga keamanan desa kami,” kata Alfajri.

Wartawan: Yolana
Editor: Roni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *