Kepri, KepriDays.co.id – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, didampingi oleh Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) H. Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, berkunjung ke Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau di Tanjungpinang, Senin (10/3).
Setibanya di Gedung LAM, Menteri Fadli Zon disambut langsung oleh Ketua LAM Kepri Raja Al Hafiz beserta jajaran pengurus LAM Kepri lainnya. Kedatangannya juga diiringi dengan pertunjukan Pencak Silat, menampilkan seni bela diri tradisional Melayu yang menjadi bagian dari kekayaan budaya daerah.
Sebagai bentuk penghormatan adat, Menteri Fadli Zon menjalani prosesi Tepuk Tepung Tawar, yang diawali oleh Ketua LAM Kepri Raja Al Hafiz, kemudian diikuti oleh Gubernur Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura.
Setelah prosesi tersebut, Menteri Fadli Zon berkesempatan berfoto bersama dan diajak berkeliling Gedung LAM oleh Ketua LAM Kepri Raja Al Hafiz.
Fadli Zon mengapresiasi peran LAM Kepri dalam menjaga adat istiadat serta nilai-nilai budaya di tengah arus globalisasi.
“LAM Kepri bukan hanya sebagai lembaga adat, tetapi juga benteng utama dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai kearifan lokal. Saya berharap sinergi antara pemerintah daerah dan LAM semakin kuat, sehingga upaya pelestarian budaya dapat berjalan lebih optimal,” kata Fadli Zon.
Fadli Zon juga menyoroti pentingnya memperkenalkan budaya Melayu kepada generasi muda melalui pendidikan dan teknologi digital.
“Kita perlu terus mendorong agar budaya Melayu dapat dikenalkan lebih luas melalui platform digital. Dengan demikian, generasi muda dapat memahami dan mencintai akar budaya mereka sendiri, tanpa harus kehilangan identitas di tengah kemajuan zaman,” pungkasnya.
Usai mengunjungi Gedung LAM Kepri, Menteri Fadli Zon bersama Gubernur Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura melanjutkan kunjungan ke Gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kepri yang terletak di sebelahnya.
Di sana, Fadli Zon disambut oleh pengurus Dekranasda dan diajak berkeliling untuk melihat beragam produk unggulan khas Kepri. Ia mengamati koleksi batik khas Kepri, tanjak, songket, serta berbagai makanan ringan dan produk olahan yang dijajakan oleh pelaku UMKM Kepri.
“Produk-produk yang ditampilkan di Dekranasda ini menunjukkan bahwa Kepulauan Riau memiliki kekayaan seni dan budaya yang luar biasa. Batik, songket dan tanjak bukan sekadar produk ekonomi, tetapi juga simbol identitas budaya yang harus kita banggakan dan lestarikan,” ujarnya.
Editor: Roni
