Anambas, KepriDays.co.id – DPRD Anambas mengundang Satuan Kerja (Satker) Kementrian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kemen PUPR) untuk berdiskusi tentang pembangunan daerah tertinggal dan perbatasan, Rabu (27/6).
Diskusi ini bertempat di ruang Sidang Paripurna DPRD Anambas. Turut hadir Bupati Aneng, Wakil Bupati Raja Bayu dan Sekda Sahtiar.
Ketua DPRD Anambas, Rian Kurniawan menyatakan, dalam membangunan Anambas disaat kondisi keuangan yang tidak stabil, peran dari lintas sekfor sangat diperlukan. Terutama dukungan dari Pemerintah Pusat.
Maka dari itu, sebagai lembaga legislatif ia sengaja mengundang Satker PUPR untuk menyampaikan rencana pembangunan dan keluhan selama menjalankan proyek di daerah perbatasan.
“Saya berterima kasih kepada Kepala Satker PUPR yang telah datang dan melihat langsung kondisi Anambas,” kata Rian.
Sedangkan Anggota DPRD Anambas, Siswandi menyampaikan aspirasi konstituennya kepada Satker PUPR. Dalam hal ini, jalan lingkar bajau yang sampai saat ini belum selesai dibangun.
Menurutnya, Pulau Bajau merupakan satu-satunya Kecamatan di Anambas yang infrastruktur jalan belum memadai.
“Sekarang ini jalan lingkar belum terhubung semua. Dan kondisi jalan belum beraspal, kalau cuaca panas bisa di lalui. Nah, pas hujan warga susah melalui jalan itu. Semoga bisa diatasi,” kata Siswandi.
Sementara, tim Satker PUPR mempresentasikan usulan program yang akan atau telah dijalani di Anambas serta membahas tantangan dalam menjalankan pengerjaan pembangunan.
Beberapa program pembangunan yang sedang berjalam di tahun 2025 ini antara lain revitalisasi Pasar Loka, pembangunan tahap satu Sekolah Rakyat di Palmatak serta rehabilitasi tiga unit madrasah.
Ada juga rencana pembangunan waduk Air Terjun Temburun untuk mengatasi krisis air yang terjadi di Pulau Siantan serta pulau-pulau terdekat.
Wartawan : Yolana
Editor : Roni
