Anambas, KepriDays.co.id – Peredaran narkotika jenis sabu di Kabupaten Kepulauan Anambas dinilai semakin “merajai” serta mengancam keselamatan jiwa masyarakat.
Wakil Bupati (Wabup) Kepulauan Anambas, Raja Bayu menyebutkan, kondisi ini tidak bisa lagi dianggap sepele karena sudah menyasar berbagai kalangan, terutama nelayan.
Bahkan Raja Bayu mengatakan, penyebaran sabu di Anambas dipicu oleh letak geografis daerah tersebut yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, dan berada di jalur pelayaran internasional.
“Posisi ini dinilai rawan dimanfaatkan oleh jaringan peredaran narkotika untuk menyelundupkan barang haram melalui laut,” terangnya, Jumat (13/2/2026).
Kemudian, Raja Bayu juga menjelaskan, luas wilayah perairan Anambas serta banyaknya jalur tikus di laut membuat pengawasan menjadi tantangan tersendiri.
Kondisi inilah, elaknya, yang membuka celah bagi sabu untuk masuk, bahkan dalam beberapa kasus ditemukan hanyut di laut.
“Dulu orang kita ini tidak tahu apa itu narkoba. Sejak beberapa tahun ini banyak sabu hanyut, nelayan kita memungut. Karena penasaran dicoba, dan ada yang sampai diedarkan,” ujarnya.
Sedangkan pernyataan Raja Bayu itu bukan tanpa dasar. Berdasarkan data aparat penegak hukum, sebagian besar pengedar sabu yang berhasil diamankan di Anambas berasal dari kalangan nelayan. Fakta ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Ia meminta para nelayan lebih proaktif dan tidak mudah tergiur dengan barang temuan di laut. Jika menemukan paket mencurigakan, masyarakat diminta segera melapor kepada aparat kepolisian atau TNI AL agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur.
“Kami minta nelayan jangan tergiur. Kalau menemukan barang mencurigakan di laut, segera laporkan. Jangan dibuka apalagi dicoba,” tegasnya.
Sementara, ia memberi peringatan keras kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas agar tidak bermain-main dengan narkotika, ASN harus menjadi contoh yang baik bagi masyarakat.
“Saya tidak akan toleransi. ASN yang terlibat narkoba akan diproses sesuai aturan. Kalau terbukti, sanksinya jelas sampai pemecatan,” ujar Raja Bayu.
Untuk memastikan komitmen tersebut berjalan, Raja Bayu berencana melakukan tes urine secara acak terhadap ASN di lingkungan Pemkab Anambas.
“Saya akan buat tes urine secara random, kalau hasilnya positif kita serahkan ke pihak berwajib,” tegas Raja Bayu.
Wartawan : Yolana
Editor : Roni
