Haji Dharma Setiawan Sebut Ibu-Ibu Majelis Taklim Benteng Terdepan Jaga Keutuhan NKRI

Tanjungpinang, KepriDays.co.id – Peran kaum ibu, khususnya yang tergabung dalam Majelis Taklim, dinilai sangat vital dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah gempuran budaya asing dan arus informasi digital yang deras.

Hal tersebut ditegaskan oleh Anggota MPR RI Dapil Kepri, H. Dharma Setiawan, saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama Majelis Taklim (MT) Tisatul Aulia dan MT Matador di Aula Fasum RW 01, Kelurahan Bukit Cermin, Kota Tanjungpinang, Kamis (05/02/2026).

Dalam sosialisasi yang menitikberatkan pada pilar NKRI ini, Bang Haji—sapaan akrab Dharma Setiawan—menyebutkan bahwa ketahanan nasional bermula dari ketahanan keluarga.

“Menjaga keutuhan negara dimulai dari unit terkecil yaitu keluarga. Ibu-ibu memiliki peran
vital sebagai ‘Menteri Pendidikan’ di rumah untuk menanamkan rasa cinta tanah air kepada
anak-anak sejak dini, agar tidak mudah terpengaruh oleh budaya asing yang bertentangan dengan jati diri bangsa,” ujar Bang Haji di hadapan 150 peserta yang hadir.

Menanggapi kekhawatiran peserta mengenai generasi muda yang kini lebih menggandrungi
budaya luar seperti Korea atau Barat, Senator asal Kepri ini memberikan pandangan yang bijak.

Menurutnya, orang tua tidak bisa melawan arus teknologi, namun bisa menanamkan akar budaya yang kuat.

“Sampaikan ke mereka, ‘Nak, boleh kamu suka lagu Korea, tapi ingat, darahmu Indonesia’. Ajak mereka liburan ke alam Indonesia, ceritakan sejarah dengan santai. Tunjukkan bahwa menjadi Indonesia itu keren dan membanggakan. Jadi, cintanya tumbuh dari hati, bukan paksaan,” jelasnya.

Selain tantangan budaya, Bang Haji juga mengingatkan pentingnya peran ibu dalam mencegah disintegrasi bangsa akibat penyebaran berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian di grup-grup WhatsApp.

Ia mengajak para ibu untuk menerapkan prinsip “Saring sebelum Sharing”. “Kalau terima berita yang isinya bikin hati panas, bikin marah, atau menjelekkan kelompok lain, curigalah itu hoax. Jangan langsung diteruskan. Dengan tidak ikut menyebarkan kebencian, ibu-ibu sudah menjadi pahlawan penyelamat kerukunan NKRI di lingkungan Bukit Cermin ini,” tegasnya.

Bang Haji menjawab pertanyaan masyarakat Kota Tanjungpinang. Foto: Ist

Suasana sosialisasi menjadi haru ketika Bang Haji mengapresiasi rutinitas pengajian ibu-ibu
yang selalu menyelipkan doa untuk keselamatan bangsa. Ia menyebut hal tersebut sebagai upaya bela negara yang sangat dahsyat.

“Itu namanya bela negara ‘jalur langit’. Kekuatan doa itu luar biasa dahsyatnya. Negara ini bisa tegak berdiri bukan cuma karena tentara pegang senjata, tapi juga karena doa tulus dari rakyatnya, terutama ibu-ibu majelis taklim. Itu kontribusi spiritual yang sangat mahal harganya untuk keutuhan NKRI,” ungkap Dharma.

Menutup kegiatannya, Dharma Setiawan menampung aspirasi peserta yang mengharapkan adanya program pemberdayaan ekonomi berkelanjutan bagi anggota Majelis Taklim.

Ia juga menyambut baik saran agar kolaborasi dengan tokoh agama terus ditingkatkan guna
menyisipkan pesan persatuan dalam setiap ceramah.

“Semoga pemahaman ini dapat meningkatkan kualitas demokrasi kita. Penerapan nilai
Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika diharapkan saling menguatkan untuk mewujudkan kehidupan berbangsa yang harmonis,” tutupnya.

Editor : Roni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *