Bintan, KepriDays.co.id – Pengurus RT, RW, dan tokoh masyarakat memiliki peran yang sangat vital sebagai garda terdepan dalam merawat keharmonisan warga sekaligus menjadi jangkar penyelesai konflik di tingkat akar rumput.
Penegasan tersebut disampaikan oleh Anggota MPR/DPD RI Dapil Kepri, H. Dharma Setiawan, di sela-sela kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama Forum RT/RW dan Tokoh Masyarakat di Aula Kantor Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Rabu (11/03/2026).
Dalam pemaparannya yang mengangkat esensi Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila, pria yang
akrab disapa Bang Haji ini mengingatkan bahwa kemajemukan warga di Kijang Kota adalah sebuah kekayaan yang harus dijaga dengan pendekatan musyawarah mufakat.
“Pengurus RT/RW harus tampil sebagai figur atau mediator yang netral dan adil. Sebelum
masalah membesar, kedepankan Sila Keempat. Pendekatan persuasif dan kekeluargaan yang
saling menghargai adalah solusi terbaik yang diturunkan oleh pendiri bangsa, jauh lebih efektif daripada saling melaporkan ke pihak berwajib,” ungkap Bang Haji di hadapan 150 peserta yang hadir.
Selain tantangan penyelesaian konflik sosial, Dharma Setiawan juga menyoroti maraknya
penyebaran berita bohong (hoaks) dan ujaran kebencian yang kerap beredar di grup-grup
WhatsApp warga.

Menurutnya, di era digital saat ini, tokoh masyarakat memegang peran krusial sebagai agen literasi yang menyaring arus informasi di lingkungannya.
“Kami selalu menyerukan prinsip ‘Saring sebelum Sharing’. Jika melihat ada warga yang
membagikan tautan provokatif atau berbau SARA di grup RT, pengurus harus proaktif menegur dengan sopan. Keteladanan tokoh masyarakat dalam memutus rantai provokasi adalah wujud nyata bela negara saat ini,” imbaunya.
Kemudian, Bang Haji juga merespons aspirasi warga terkait dukungan pemerintah terhadap
kegiatan gotong royong dan siskamling. Ia memastikan bahwa MPR RI senantiasa mendorong pemerintah agar Dana Kelurahan dan Alokasi Dana Desa (ADD) digunakan untuk program padat karya yang menghidupkan kembali “roh” gotong royong.
Di akhir kegiatan, Bang Haji menyambut baik usulan warga yang menginginkan adanya modul pedoman mediasi atau buku saku penyelesaian konflik berbasis Empat Pilar khusus untuk aparatur lingkungan.
“Partisipasi aktif dari Forum RT/RW hari ini menunjukkan komitmen luar biasa dalam menjaga keutuhan bangsa. Semoga kerukunan di wilayah Kijang Kota ini dapat terus terjaga dan menjadi contoh bagi daerah lainnya dalam merawat kebinekaan,” pungkasnya.
Editor : Roni
