Anambas, KepriDays.co.id – Niat mencari rezeki di kebun justru berubah menjadi mimpi buruk bagi Muhammad Satar (57). Nelayan asal Desa Sri Tanjung, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas itu menjadi korban keganasan anjing liar yang menggigit kaki kirinya, Rabu (1/7/2026).
Sebelumnya Satar berangkat seorang diri menuju kebun yang berjarak sekitar 200 meter dari rumahnya. Di tangannya sudah tergenggam sebilah parang yang akan digunakan untuk membersihkan semak di sekitar kebun.
“Sekitar pukul 10.00 WIB saya berangkat sendiri ke kebun. Baru sampai di atas bukit, tiba-tiba ada seekor anjing berlari ke arah saya dan langsung menggigit kaki,” tutur Satar saat ditemui di rumahnya, Kamis (2/7/2026).
Serangan itu berlangsung sangat cepat. Saat sedang melangkah, kaki kirinya langsung diterkam dari arah belakang. Gigitan anjing yang begitu kuat membuatnya sulit bergerak dan seketika diliputi rasa panik. Kondisi tersebut membuat Satar tidak mampu melakukan perlawanan.
Walaupun membawa parang, ia tidak memiliki ruang untuk mengayunkannya karena tubuhnya kehilangan keseimbangan dan fokusnya hanya untuk melepaskan kaki dari gigitan hewan tersebut.
“Parang memang ada di tangan saya, tapi tidak sempat dipakai. Kaki kiri sudah lebih dulu digigit dari belakang, jadi saya benar-benar tidak bisa membalas,” katanya.
Sedangkan di lokasi kejadian tidak ada seorang pun yang melintas sehingga Satar harus menghadapi situasi tersebut seorang diri tanpa bantuan warga.
Meski darah terus mengucur dari lukanya dan rasa nyeri semakin terasa, ia tetap melanjutkan perjalanan ke kebun.
“Sakitnya berdenyut dan darah juga keluar cukup banyak. Tapi saya tetap ke kebun dulu. Setelah pulang sore, baru saya ke rumah sakit,” ungkapnya.
Di RSUD Tarempa, petugas medis segera memberikan penanganan terhadap luka gigitan. “Dokter bilang saya seharusnya langsung datang setelah digigit. Saya memang terlambat karena masih di kebun. Setelah anak menyuruh berobat, barulah saya ke rumah sakit,” ujarnya.
Menurutnya, anjing liar di Desa Sri Tanjung sudah lama meresahkan karena sering mengejar warga, bahkan berkeliaran hingga mengotori lingkungan dan area rumah ibadah.
Satar berharap pemerintah segera mengambil tindakan tegas agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Kami ingin ada solusi yang nyata. Anjing-anjing ini bukan hanya mengejar dan menggigit warga, tapi juga membuat masyarakat tidak nyaman. Jangan sampai ada korban lagi baru ditangani,” tutupnya.
Wartawan: Yolana
Editor: Roni
