Bersih Kampung Baru, Bintan Resorts Kumpulkan 85 Kilogram Sampah Plastik

Bintan, KepriDays.co.id – Memperingati World Cleanup Day (WCD), Bintan Resorts menggelar aksi bersih-bersih di Pantai Kampung Baru, Desa Sebong Lagoi, Jumat (18/9/2026).

Dalam WCD ini fakta yang ditemukan di lapangan menunjukkan bahwa persoalan sampah di pantai tidak selalu terlihat di permukaan.

Berbagai jenis sampah ditemukan sulit dikumpulkan, bahkan sebagian telah tenggelam dan tertanam jauh di dalam pasir, mulai dari tali, karung goni, pecahan kaca hingga botol plastik.

General Manager Infrastruktur & Operations, Bintan Resorts, Prakash Nair mengatakan, dari WCD dihasilkan sampah botol plastik sebanyak 85 Kilogram.

Sampah tersebut berasal dari berbagai aktivitas di kawasan Bintan Resorts, termasuk sampah dari kegiatan dan event, hotel, restoran, penghuni kawasan, serta aktivitas lainnya.

“Sampah plastik itu kita serahkan ke
Bank Sampah Desaku di Desa Sebong Lagoi. Untuk selanjutnya dikelola dan diproses melalui Bank Sampah Desaku Sebong Lagoi tersebut,” ujarnya.

Bank Sampah Desaku Sebong Lagoi sendiri merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi Bintan Resorts sejak 2024.

Melalui pembinaan tersebut, pengelolaan sampah tidak hanya diarahkan untuk menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan peluang bagi masyarakat untuk menciptakan nilai ekonomi dari sampah yang dikelola.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap permasalahan sampah. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan,” jelasnya.

Kepala Pengelola Lingkungan Bintan Resorts, Ray Manaek Tobing, menjelaskan kegiatan ini diikuti 100 orang yang terdiri dari perwakilan hotel operator dan karyawan perusahaan di kawasan Bintan Resorts, bersama masyarakat di Kampung Baru, kemudian mulai membersihkan sampah di pinggir pantai Kampung Baru, Bintan Utara itu.

“Salah satu caranya adalah dengan melakukannya bersama-sama dan menunjukkan secara langsung bagaimana kita dapat mengambil bagian,” sebutnya.

Sebagai sebuah kampung nelayan yang berada di dalam kawasan wisata terpadu Bintan Resorts. Kampung Baru dipilih untuk menghadirkan edukasi dan kepedulian terhadap lingkungan secara langsung di tengah masyarakat.

Dijelaskan lebih lanjut, para peserta aksi bersih pantai ini bersama-sama membersihkan bibir pantai sekaligus memilah sampah berdasarkan jenisnya.

Sampah yang dapat dimanfaatkan seperti botol-botol plastik akan dicacah dan diolah sebagai bahan baku untuk menghasilkan berbagai produk bernilai guna.

“Sampah yang tidak dapat dimanfaatkan kembali akan ditangani sesuai dengan jenis dan karakteristiknya,” katanya.

Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kawasan yang dikelola Bintan Resorts seluas sekitar 23.000 hektare yang setara sepertiga luas negara Singapura, dengan sekitar 19.000 hektare di antaranya telah dikembangkan, serta memiliki garis pantai sepanjang kurang lebih 42.3kilometer.

Dengan skala kawasan tersebut, menjaga lingkungan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari perusahaan dan hotel operator hingga masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di dalamnya.

Selain pengelolaan sampah melalui Bank Sampah Desaku, Bintan Resorts juga menjalankan berbagai inisiatif lingkungan, termasuk penanaman bibit bakau untuk membantu melindungi garis pantai dan mendukung habitat laut, serta konservasi penyu hijau melalui pengumpulan dan pemantauan inkubasi telur hingga pelepasan kembali tukik ke laut ketika telah menetas.

Melalui berbagai upaya tersebut, Bintan Resorts terus mendorong kepedulian dan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan dengan melibatkan masyarakat dan para pemangku kepentingan di dalam kawasan.

Sebab, menjaga sebuah destinasi wisata bukan hanya tentang memastikan lingkungan tetap bersih, tetapi juga tentang membangun kesadaran bahwa setiap orang memiliki peran dalam menjaga keberlanjutannya.

Wartawan: Ari
Editor: Roni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *