Tanjungpinang, KepriDays.co.id — Panggung Sunset parade DekraFest 2026 mendadak riuh oleh sorak penonton yang terpesona dengan penampilan energik dari tujuh model cilik dengan segudang prestasi.
Mengusung tema Batik Casual & Kreasi, anak-anak berbakat tersebut sukses membawakan busana bernuansa tradisional yang dikemas secara modern, stylish, dan penuh warna.
Adapun ketujuh model cilik itu, yakni, Queenera Vienata Halim Lubis, Keysha Jehan Naufalyn, Balqis Duratul Hikmah, Rista Desliana, Runako Ray Superboy Endyy Gorge Santos Reynand Juro Bronco Rain, Kharisya Shefania Yuhendri dan NaTzua Putri Careem.
Ketujuhnya tampil di bawah temaram senja dengan latar belakang arsitektur megah Gedung Dekranasda PROV KEPRI, ketujuh model cilik tersebut berjalan di atas panggung dengan rasa percaya diri tinggi.
Setiap busana yang mereka kenakan memancarkan kreativitas tinggi, mulai dari padu padan motif batik berpotongan kasual hingga busana kreasi beraksesoris unik yang mencuri perhatian.
Berikut adalah sorotan dari penampilan mereka di panggung DekraFest 2026:
Gaya Penuh Percaya Diri: Ketujuh model cilik tampil luwes dengan pose-pose interaktif yang memukau para penonton dan juru kamera.
Busana Batik Kreatif: Eksplorasi wastra Nusantara yang dinamis Oleh Designer² lokal, memadukan warna-warna cerah seperti merah, kuning, dan biru yang cocok untuk jiwa muda.
Aksesoris Atribut Unik: Beberapa model tampak mengenakan hiasan kepala artistik dan detail busana berlayer yang semakin memperkuat tema kreasi nusantara.
“Ajang ini tidak hanya menjadi wadah unjuk bakat bagi generasi muda dan designer lokal, tetapi juga wujud nyata pelestarian budaya bangsa melalui fesyen yang kekinian,” kata Iyut Mustafa salah seorang maestro model Provinsi Kepri.
.Kehadiran para model cilik dan designer ini membuktikan, bahwa cinta batik bisa dimulai sejak dini dengan sentuhan gaya yang segar dan inspiratif.
Sementara, Ketua Dekranasda Kepri Dewi Kumalasari mengatakan, Dekrafest juga menjadi salah satu upaya mendorong UMKM Kepri agar terus tumbuh dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
“Melalui kriya dan karya-karya Kepri, kita tidak hanya menampilkan produk kerajinan, tetapi juga membawa karya para pelaku UMKM Kepri untuk dikenal lebih luas, baik di tingkat nasional maupun oleh masyarakat dari berbagai daerah,” ujar Dewi.
Menurutnya, berbagai upaya memperluas pemasaran terus dilakukan, salah satunya melalui keikutsertaan dalam pameran di Makassar, Sulawesi Selatan, dengan membawa produk kriya dan karya UMKM Kepri.
Upaya tersebut kemudian dilanjutkan melalui keikutsertaan dalam INACRAFT di Jakarta sebagai salah satu ajang kerajinan nasional.
Dewi mengatakan, peningkatan kualitas produk juga menjadi perhatian Dekranasda Kepri bersama para mitra, termasuk Bank Indonesia.
Pengembangan produk tenun Kepri dilakukan melalui pengembangan motif, pemilihan warna, hingga penyesuaian desain dengan perkembangan dan kebutuhan pasar.
“Produk tradisional tidak harus berhenti pada bentuk yang sama. Tradisi harus tetap dijaga, tetapi inovasi juga harus terus berjalan. Dengan demikian, berbagai produk Kepri tetap memiliki identitas kebudayaan, namun sekaligus mampu menjawab selera dan kebutuhan konsumen masa kini,” katanya.
Editor: Roni
