Advetorial, KepriDays.co.id – Sikap tenaga medis saat menghadapi pasien menjadi perhatian Bupati Kepulauan Anambas, Aneng. Ia mengingatkan, rumah sakit bukan sekadar tempat menjalankan pekerjaan, melainkan tempat masyarakat menggantungkan harapan ketika kondisi tubuh mereka sedang tidak sehat.
Pesan itu disampaikan Aneng di hadapan jajaran tenaga medis saat apel besar di RSUD Tarempa.
Ia menegaskan, kemampuan memberikan pengobatan harus berjalan beriringan dengan sikap yang baik. Sebab, pasien tidak hanya membutuhkan obat dan tindakan medis, tetapi juga perlakuan yang membuat mereka merasa dihargai.
“Jangan sampai orang datang ke rumah sakit untuk mencari kesembuhan, justru pulang dengan kekecewaan karena pelayanan yang tidak ramah,” tegas Aneng.
Menurutnya, tidak semua pasien datang dalam kondisi tenang. Ada yang menahan rasa sakit, ada yang cemas dengan penyakitnya, bahkan ada keluarga yang datang dengan penuh kekhawatiran.
Dalam kondisi seperti itu, tutur kata dan sikap petugas kesehatan bisa memberikan pengaruh besar terhadap kenyamanan pasien.
Aneng meminta tenaga medis tidak memperlihatkan sikap acuh tak acuh ketika masyarakat membutuhkan bantuan. Keluhan pasien harus dihadapi dengan kesabaran, bukan dengan wajah masam atau jawaban yang menyakitkan.
Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat yang datang berobat bukan sedang meminta perlakuan istimewa. Mereka hanya mengharapkan hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak.
Keramahan, menurut Aneng, tidak membutuhkan biaya tambahan. Namun, sikap sederhana tersebut dapat memberikan kesan besar bagi masyarakat yang sedang berjuang menghadapi masalah kesehatan.
Karena itu, ia meminta seluruh tenaga medis menghilangkan sikap yang berpotensi membuat pasien merasa tidak nyaman saat menjalani pemeriksaan maupun pengobatan.
Pelayanan kesehatan, lanjutnya, tidak boleh hanya diukur dari seberapa cepat pasien ditangani. Cara petugas berkomunikasi, memberikan penjelasan, hingga merespons keluhan juga menjadi bagian penting dari kualitas pelayanan.
Aneng berharap seluruh jajaran RSUD Tarempa menjadikan kepentingan pasien sebagai prioritas utama dalam menjalankan tugas.
Ia tidak ingin masyarakat merasa enggan datang ke rumah sakit hanya karena takut menghadapi pelayanan yang kurang bersahabat.
Melalui apel besar tersebut, Aneng kembali mengingatkan bahwa tugas tenaga medis bukan semata-mata bekerja di balik meja atau menjalankan rutinitas harian.
Ada tanggung jawab kemanusiaan yang harus dijaga ketika masyarakat datang membawa rasa sakit dan berharap mendapatkan pertolongan. ***
