oleh

Kroasia Tak Ingin Terlena dengan Kejayaan Masa Lalu Piala Dunia

Dunia, KepriDays.co.id – Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, tak ingin anak asuhnya terlena dengan kejayaan timnas Kroasia di Piala Dunia 1998, kala mereka sukses meraih gelar peringkat ketiga.

Ia mengatakan anak asuhnya, yang ia sebut sebagai generasi brilian, harus melupakan hal itu untuk bisa berfokus di Piala Dunia 2018 mendatang.

“Kroasia belum bisa meraih prestasi yang baik usai masa kejayaannya di Piala Dunia 1998. Dan, dengan melihat kualitas pemain yang kami punya, kami seharusnya bisa kembali meraih kejayaan itu,” ujar Dalic seperti dilansir FIFA, Kamis, 10 Mei 2018.

Kini, barisan skuad timnas Kroasia memang tengah bertabur bintang. Terbukti, tiga di antara mereka akan tampil di laga final Liga Champions pada 26 Mei mendatang. Mereka adalah bek Liverpool, Dejan Lovren, serta dua gelandang Real Madrid, Luka Modric dan Mateo Kovacic.

Mengetahui hal tersebut, Dalic mengaku bangga. “Itu menunjukan bahwa mereka memiliki kualitas,” ujarnya.

Belum lagi, kata Dalic, kini banyak juga pemain timnas Kroasia yang telah menjadi pemain andalan di klub-klub besar Eropa.

Beberapa di antara mereka adalah Sime Vrsaljko (Atletico Madrid), Ivan Rakitic (Barcelona), Marcelo Brozovic dan Ivan Perisic (Inter Milan), Nikola Kalinic (AC Milan), serta Mario Mandzukic (Juventus).

Mereka, kata Dalic, kemungkinan besar bakal memperkuat timnas Kroasia di Piala Dunia 2018 mendatang. Ia mengaku enggan untuk berspekulasi dengan para pemain-pemain baru di ajang empat tahunan tersebut.

“Kami sudah memiliki pemain-pemain yang hebat, generasi yang hebat. Kami harus bisa mempercayakan generasi itu di Piala Dunia nanti. Mereka telah membawa kami hingga sejauh ini, dan kami harus memberikan mereka kesempatan,” ujar Dalic.

Di ajang Piala Dunia nanti, Kroasia akan tergabung ke dalam Grup D untuk bersaing bersama Nigeria, Argentina, dan Islandia di babak fase penyisihan grup.

Dalic menyebut ketiga negara itu tak akan menjadi lawan yang mudah, namun lawan seperti itulah yang sebenarnya ia harapkan.

“Saya selalu mengatakan bahwa saya ingin pertarungan yang sengit dengan lawan yang tangguh, agar kami terus bisa berkembang dengan melawan tim-tim papan atas, serta belajar dari kesalahan kami,” ujarnya. “Kami tak butuh lawan yang lebih lemah.” (TIM REDAKSI)



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *