oleh

Hingga 9 Januari 2019, 9 Orang Terserang DBD di Tanjungpinang

Tanjungpinang, KepriDays.co.id -Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada 2018 di Kota Tanjungpinang meningkat di bandingkan tahun sebelumnya.

Data Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk dan KB) Kota Tanjungpinang, pada tahun 2017 lalu tercatat jumlah penderita DBD sebanyak 308 kasus. Sedangkan pada tahun 2018 jumlah penderita DBD sbanyak 350 kasus. Sedangkan pada 2019 sampai saat ini tercatat sudah 9 orang mengalami DBD.

Kepala Dinkes Dalduk dan KB Kota Tanjungpinang Rustam mengatakan sebagian besar penyakit ini menyerang pada usia anak-anak. Namun tak terkecuali orang dewasa.

Untuk persebaran kasusnya, DBD menyerang hampir merata di setiap kelurahan. “Untuk di kota Tanjungpinang pada tahun 2018 hampir disetiap kelurahan terserang penyakit DBD, kecuali di Penyengat,” katanya, Rabu (09/01/19).

Menurut Rustam karena penyakit ini disebabkan oleh gigitan nyamuk maka upaya yang harus dilakukan adalah mencegah berkembangbiaknya nyamuk Aedes Aegypti.

Oleh karena itu, pihaknya menangani permasalahan tersebut dengan memnerikan edukasi kepada masyarakat melalui gerakan 1 Rumah Jumantik (Juru Pemantau Jentik). Artinya setiap rumah minimal memiliki 1 orang yang aktif melakukan pemantauan jentik. Memastikan tidak ada tempat-tempat berkembangbiak nyamuk.

“Masyarakat juga harus menjaga kebersihan lingkungan sekitar melalui gerakan 3M. Menutup, menguras dan mengubur objek-objek yang mendukung siklus hidup nyamuk,” katanya.

Menurutnya kerjasama dan partisipasi masyarakat sangat penting. Karena untuk meminimalisir penularan DBD pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat harus aktif melakukan gerakan bersama membasmi jentik-jentik. Sehingga dengan begitu dia berharap angka DBD bisa diminimalisir. (Cit).



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *