oleh

Antisipasi Penyakit Monkeypox, Kantor KKP Karimun Sigap Lakukan Pencegahan


Karimun, Kepridays.co.id – Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit Monkeypox dari Singapura, Kantor Karantina Kesehatan Pelabuhuan (KKP) Kelas II Tanjungbalai Karimun melakukan pencegahan, dengan melakukan pengecekan kepada setiap WN Singapura yang datang ke Karimun.

“Jadi setiap penumpang Singapura yang masuk melalui pelabuhan internasional, kita lakukan pemeriksaan suhu tubuh dengan alat thermal detector. Jika terinfeksi langsung dilakukan pemeriksaan khusus,” kata Kepala Kantor Kesehatan Kelas II Tanjungbalai Karimun, Bakhtiar Agus Wijaya, Selasa (14/05/19).

Pemeriksaan sudah dilakukan sejak hari Jumat (11/5) lalu, namun hingga saat ini belum ditemuman seseorang yang terkena virus Monkeypox itu.

“Dari beberapa hari yang lalu kita periksa, alhamdulillah belum ditemukan,” tambahnya.

Sementara itu, Dokter KKP Kelas II Tanjungbalai Karimun, Famelia mengatakan, bahwa ciri-ciri terjangkit virus cacar monyet tersebut antara lain demam, sakit kepala, nyeri-nyeri otot, dan mengalami kelenjar getah bening.

“Untuk masa inkubasinya atau gejala penyakitnya mulai kelihatan 5-20 hari setelah terinfeksi virus cacar monyet tersebut dan apabila terinfeksi maka akan dilakukan penanganan khusus di rumah sakit,” kata Famelia.

Famelia juga menjelaskan untuk penyembuhannya 2-3 minggu dengan daya tahan tubuh yang kuat, namun bisa berakibat fatal apabila daya tahan tubuh dari manusia itu sendiri lemah sehingga virus tersebut dengan sangat mudah masuk dan bisa menyebabkan gagal ginjal hingga kematian.

“Kalau cacar monyet ini ada obatnya, dimana untuk penyembuhannya 2-3 minggu dengan daya tahan tubuh kuat. Namun akan berakibat fatal jika daya tahan tubuh lemah dan itu biasanya terjadi pada anak-anak kecil karena mereka lebih rentan. Alhamdulillah sejauh ini pemeriksaan masih normal,” jelasnya.

Pihaknya juga meminta agar masyarakat Karimun segera melakukan pengecekan, jika ada indikasi atau ciri-ciri yang mengalami penyakit monkeypox tersebut.

Penulis: Sari
Editor: Ikhwan



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *