oleh

Empat Kurir Narkotika Jaringan Internasional Ditangkap Polisi, 25 kilogram Sabu Kualitas Nomor Satu Diamankan

Tanjungpinang, KepriDays.co.id-Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Kepolisian Resor (Polres) Tanjungpinang menangkap empat kurir narkotika jaringan internasional. Dari pelaku diamankan Barang Bukti (BB) sebanyak 25 kilogrma sabu kualitas nomor satu.

Keempat pelaku bernama Wagiran (51), Panji Prabowo (23), Pendi (25) dan Arta Fanyukni (30). Semuanya ber-KTP Jambi. Mereka bekerja di kebun kelapa sawit di Jambi, ada sebagai mandor dan pemetik sawit.

“Kita sudah lakukan uji lab dan betul 25 kilogram sabu ini kualitas nomor satu (paling bagus),” ujar Kapolres Tanjungpinang AKBP Muhammad Iqbal didampingi Wakapolres Kompol Agung Gima Sunarya dan Kasatnarkoba AKP Chrisman Panjaitan, serta Kasubag Humas Iptu Jaya Saputra, Jumat (29/11/2019) sore saat Konferensi Pers di Mapolres Tanjungpinang.

Pengungkapan ini berawal adanya dari laporan masyarakat lalu dilakukan penyelidikan. Pertama ditangkap dua tersangka di Hotel Sang Ratu, Jambi pada tanggal 26 November 2019 pukul 19.00 WIB saat mereka menaiki mobil dengan nomor polisi B1132 WKE.

“Setelah kita tangkap kedua tersangka ini lalu kita introgasi dan mereka berdua mengakui bahwa mereka berempat. Jadi, di Jambi kita tangkap 2 orang dan di Kuala Hulu kita tangkap 2 orang lagi,” ucapnya.

Iqbal mengatakan, mereka ini sekali mengirim barang haram tersebut diberi upah Rp10 juta masing-masing pelaku di tambah 1 kilogram sabu untuk mereka berempat.

Menurut pengakuan tersangka, pengiriman barang haram ini sudah tiga kali dilakukan dengan mobil yang berbeda-beda. Dua kali lolos dan yang ketiga langsung diringkus Satresnarkoba Polres Tanjungpinang. Pengirimannya bervariasi dari 25 sampai 30 kilogram.

“Yang sudah lolos pertama 25 kilogram dan kedua 30 kilogram dan yang ketiga ini kita tangkap, ini pengakuan mereka ya. Mereka mengerjakan ini dengan rentan waktu dua bulan, artinya mereka sudah beraksi lebih kurang empat bulan terakhir,” ungkapnya.

Adapun modus pelaku menggunakan mobil yang sudah dimodifikasi atau di las bagian belakang mobil dan sabu itu disimpan rapi untuk mengelabui petugas. Mereka lewat jalur laut ada yang dari jalur laut Tanjungpinang dan ada juga dari jalur laut selain Tanjungpinang.

Untuk mobil yang digunakan pelaku, identitasnya ada dan sedang diakukan pengejaran atau penyelidikan, apakah pemilik mobil tersebut terlibat atau tidak.

“Memang kalau kita tidak teliti dan tidak mendapatkan informasi yang akurat ini agak kesulitan karena ini sindikatnya rapi cara bekerjanya,” paparnya.

Para pelaku ini dikendalikan seorang napi di Lapas Jambi. Napi di lapas itu yang mengatur pengiriman barang dari Malaysia hingga ke Jambi.

“Untuk yang di Malaysia sedang kita dalami tapi untuk identitasnya sudah kita kantongi dan begitu juga identitas napi itu. Kita juga berkoordiansi dengan pihak kepolisian di Jambi untuk mengungkapnya dan identitas pemilik mobil tersebut juga sudah kita kantongi, nanti akan kita informasikan lebih lanjut,” katanya.

Atas perbuatan tersangka, para tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 112 ayat 2 UU RI No 35/2009 tentang narkotikan dengan ancaman pidana mati atau pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

“Dengan diamankannya barang haram ini sebanyak 25 ribu jiwa yang terselamatkan,” tutupnya.

Wartawan: Amri
Editor: Ikhwan


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *