oleh

Satpol PP Tertibkan PKL di Taman Laman Boenda Tanjungpinang, Pedagang Tak Terima

Tanjungpinang, KepriDays.co.id -Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Penanggulangan Kebakaran Kota Tanjungpinang menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Taman Laman Boenda, Tepi Laut, Kota Tanjungpinang, Kepri, Jumat (20/12/2019) sore hingga malam. Pedagang tak terima ditertibkan petugas. Akibatnya adu mulut pun terjadi antara pedagang dan petugas.

Seorang pedagang, Nani mengatakan, tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh petugas Satpol PP Tanjungpinang. Karena pada zaman Walikota sebelumnya dia diperbolehkan berjualan di seputaran Taman Laman Boenda, Tepi Laut.

“Masa buk Tatik kami bisa berjualan disini dan sekarang gak bisa jualan, itu aja. Saya berjualan tela-tela dan pisang keju sejak tahun 2007 disini,” ucapnya dengan nada kesal.

Saat ditanya adanya plang larangan berjualan, Nani membatah dan menyebutkan bahwa plang larangan tersebut berada di dalam taman bukan di luar taman. “Itukan bagian yang di dalam taman, bukan di luar, itu di dalam,” jawabnya.

Dia menegaskan, jika pedagang dilarang berjualan kenapa tidak dari awal, sehingga dia tidak terima ditertibkan karena sebelumnya belum ada pemberitahuan dari petugas Satpol PP.

Pedagang lainnya, Upek mengatakan, petugas Satpol PP melakukan penertiban dalam rangka penilaian Adipura. Itupun memberikan informasi mendadak.

“Sebenarnya ini gara-gara ada penilaian Adipura, memang disuruh kosong sementara tapi kami membangkang, itu saja sebenarnya masalahnya dan informasinya pun mendadak,” jelasnya.

“Seharusnya, sebelum kami (pedangang) masuk ya dilarang. Ini pedagang sudah masuk mereka (Sapol PP) ngusir. Kami (pedagang) kurang lebih 30 pedang disini pak,” tambahnya.

Terpisah, Kasatpol PP dan Penanggulangan Kebakaran Kota Tanjungpinang, Hantoni menyampaikan pihaknya melakukan penataan yang sebelumnya sudah melaksanakan penertiban.

“Intinya ini kita sedang melaksanakan penataan. Jadi kalau penataan tolong dimengerti karena belum ada keputusan yang resmi, akibat dari itu semua tolong dimengerti juga tugas dan fungsi kami selaku Satpol PP,” ujarnya.

Apalagi, kata Hantoni, di seputaran Taman Laman Boenda, Tepi Laut ini sudah ada plang pelarangan tidak boleh berjualan didaerah tersebut.

Hantoni kembali menegaskan, sepanjang larangan tersebut belum dicabut, sepanjang itu pula pedagang dilarang berjualan. “Bukan kemarin dan sekarang, tapi disitu jelas ada larangan. Sepanjang larangan itu belum dicabut sepanjang itu juga tidak boleh berjualan disitu,” tegasnya.

Pantauan dilapangan, terlihat sebelum melakukan penataan, Hantoni sempat memberikan penjelasan kepada pedagang mengenai plang larangan berjualan di Taman Laman Boenda. Namun, para pedagang tidak terima dan sempat terjadi ketegangan antara petugas Satpol PP dengan para pedagang.

Wartawan: Amri
Editor: Ikhwan


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *