oleh

Bawaslu Kepri Gelar Diskusi Publik Tangkal Hoaks

Tanjungpinang, KepriDays.co.id -Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menggelar diskusi publik tangkal hoaks dan politisasi sara di pemilihan 2020.

Diskusi ini dilaksanakan Bawaslu Kepri bertujuan untuk memberikan pemahaman masyarakat tentang berita hoaks dan politisasi sara di pemilihan 2020 ini.

Bawaslu Kepri juga mengundang tiga narasumber dari Ketua Presidium Mafindo Septiaji Eko Nugroho, Dit Reksrimsus Polda Kepri yang dihadiri Kanit Subdit V Kompol. I Putu Bayu Pati dan KIPP Indonesia Kaka Suminta.

Kaka Suminta mengatakan, hoaks di pemilihan pasti ada tujuan jahat, bukan hanya sekedar salah ketik karena hoaks menurut definisi KBBI berita bohong. Sayangnya hoaks di netizen diartikan berita yang tidak disukai.

“Dalam hal inilah kita meluruskan, bahwa hoaks harus kita perangi. Sehingga inilah jadi tantangan kita untuk menangkal berita hoaks,” ungkapnya, Rabu (19/2/2020) pagi di Hotel CK Tanjungpinang.

Sedangkan Septiaji menjelaskan, ada ataupun tanpa niat jahat, media sosial pada khususnya mampu membuat masyarakat terpecah belah. Karena Mafindo telah memeriksa dari juli 2018 – maret 2019 ada sekitar 826 topik hoaks.

“Jadi kami telah memeriksa kanal penyebar hoaks dan politisasi sara terjadi terbanyak di Facebook, sisanya whatsapp dan twitter. Ini yang membuat masyarakat kita saling bermusuhan. Makanya kita harus bijak memilah informasi yang didapatkan,” ujar Aji sapaan akrab Septiaji.

Sementara, I Putu Bayu Pati mengatakan, kenapa hoaks ini dahsyat di Indonesia, karena murah dan susah di lacak. Sebab cukup dimana ada internet atau wifi, membuat akun anonim serta membuat konten negatif terus menyebarkannya.

“Hoaks ini bisa membuat orang percaya, apalagi ada propaganda. Jadi hoaks itu tersebar melalui bisa teks, video dan gambar. Penyebarannya bisa di email, medsos, radio, televisi dan situs web,” jelas Putu.

Wartawan: Roni
Editor: Ikhwan


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *