oleh

Panen Raya di Tengah Pandemi Covid-19, Kepala BPTP Kepri: Lingga Tulang Punggung Pangan di Kepri

Lingga, KepriDays.co.id-Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau ( Kepri) dalam upaya pemenuhan kebutuhan pangan pada bulan Ramadhan dan Idul fitri serta menghadapi dampak covid-19 melaksanakan kegiatan pengembangan usaha pertanian yang telah berjalan maupun yang akan dilaksanakan pada tahun 2020.

Kepala Dinas DPKP Lingga, Siswadi, A.K.S. menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada masyarakat atas capaian hasil panen padi, Kabupaten Lingga pada bulan Maret-April 2020 turut menyumbangkan hasil serentak dari luasan lebih dari 20,00 Ha di Desa Lanjut Kecamatan Singkep Pesisir, Panggak Darat, Sungai Besar Kecamatan Lingga, dan Bukit Langkap Kecamatan Lingga Timur. Dan saat ini (02/05/2020) petani telah panen lagi di sawah bukaan baru di Desa Panggak Darat seluas 0,6 ha (bertahap) dan potensi panen hingga tanggal 10 Mei 2020 seluas 15.4 ha.

Kabid Pertanian Lingga, Hernowo Andriantono, SP., menambahkan keterangan, panen padi yang dilakukan pada Sabtu 2 Mei 2020 di Desa Panggak Darat, Kec Lingga, Kab. Lingga, Dilakukan di Kelompok Tani Tunas jaya dengan penyuluh pendampingnya Rudiono, SP.,. Panen seluas 0.6 ha (bertahap) Varietas. Sertani 13a; Inpago Unsoed-1; Inpago 8. Hasil ubinan 6,0 ton/ha (Sertani); Inpago 1 dan 8 (4,3 ton/ha) GKP dengan Perkiraan masa panen 110 hari.

Menurut Kepala BPTP Kepri, Dr. Ir. Sugeng Widodo, MP., Kabupaten Lingga merupakan salah satu tulang punggung pangan di Provinsi Kepri, untuk itu BPTP Balitbangtan Kepri siap terus mendukung dari segi kajian dan pendampingan teknologi demi suksesnya kemandirian pangan di Provinsi Kepulauan Riau.

“Saat ini pada musim tanam-2 BPTP Kepri melalui kegiatan lumbung pangan kawasan perbatasan melakukan pendampingan mengintroduksikan teknologi budidaya padi di lahan sawah bukaan baru, dengan menggunakan Varietas Unggul Baru yakni; Inpara 6 FS 100 kg; Inpago 12 FS 50 kg; Inpara 8 SS 100 kg; Inpago 8 SS 150 kg; Inpago 9 SS 100 kg, dan diiringi dengan teknologi tata kelola manajemen air untuk menurunkan kandungan Fe.,” kata Sugeng.

Meskipun banyak lahan sawah di Kabupaten Lingga yang merupakan sawah bukaan baru dengan tanah miskin hara, pH relatif masam, Al, dan Fe relatif tinggi dengan bayang-bayang kendala pada fisik, kimia dan biologi tanahnya, hasil panen relatif naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya dengan produktivitas rata-rata sekitar 3,00-4,50 ton per ha. (*)



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *