oleh

BPTP Kepri Contohkan Pemanfaatan Lahan Pekarangan Sebagai Opal

Tanjungpinang, KepriDays.co.id-Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Kepulauan Riau telah mengoptimalkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan dan gizi yang bertempat di area kantor setempat. Memanfaatkan lahan seluas kurang lebih 3000 meter persegi, menjadi Obor Pangan Lestari (OPAL) dibuat sebagai sarana percontohan bagi masyarakat maupun instansi pemerintah dan swasta. Pekarangan akan dimanfaatkan sebagai warung hidup, apotik hidup, lumbung hidup, bank hidup dan Estitika (keindahan).

Kepala BPTP Kepri, Dr. Ir. Sugeng Widodo, MP. menjelaskan tujuan jangka pendek dalam kegiatan Opal di BPTP Kepri adalah memanfaatan lahan perkantoran untuk penyediaan pangan dan gizi, membuat sarana percontohan untuk masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan dan gizi dan mendampingi kegiatan KRPL/OPAL di Kab/Kota terutama Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinnag. Sedangkan tujuan Jangka panjangnya adalah Sebagai upaya promosi penganekaragaman konsumsi pangan dalam rangka pemenuhan gizi masyarakat.

Menurutnya, OPAL yang ada di area kantor BPTP Kepri ini dibuka untuk umum, sehingga semua orang baik personal maupun institusi dapat berkunjung secara gratis, ini ditujukan untuk pembelajaran dan wisata.

“OPAL yang dibangun BPTP Kepri ini memadukan berbagai macam sistem budidaya pertanian mulai dari vertikultur, hodroponik, aquaponik, tabulampot, system bedengan dan berbagai sistem lainnya yang dapat diaplikasikan di tengah masyarakat. Untuk peternakan dikembangkan ternak kecil seperti ayam dan pemeliharaan ikan air tawar,“ tutur Sugeng.

Deddy Hidayat, S.Pt M.Pt ikut menjelaskan, tanaman yang dikembangkan di lahan pekarangan BPTP Kepri mulai dari pakcoy, sawi, bawang daun, cabai, seledri, kol, selada, tomat, terong, nanas, pepaya, mangga, salak, buah naga, durian dan sebagainya. Masyarakat maupun institusi dapat mengaplikasikannya di tempat masing-masing. Kita juga siap diundang jika diminta memberikan bimbingan.

“Salah satu teknologi yang di kembangkan di BPTP Kepri adalah teknologi budi daya hidroponik. Teknologi budi daya hidroponik ini merupakan solusi bagi masyarakat yang tidak mempunyai lahan pertanian atau lahan perkarangan terbatas,” kata Deddy.

Hidroponik berarti budidaya tanaman yang memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam. Berdasarkan media tumbuh yang digunakan, hidroponik dapat dibagi menjadi tiga macam yaitu; kultur air yakni hidroponik yang dilakukan dengan menumbuhkan tanaman dalam media tertentu yang dibagian dasar terdapat larutan hara, sehingga ujung akar tanaman akan menyentuh larutan yang mengandung nutrisi tersebut.

Kemudian hidroponik kultur agregat, yaitu metode hidroponik yang dilakukan dengan menggunakan media tanam berupa kerikil, pasir, arang sekam padi, dan lain-lain. Pemberian hara dilakukan dengan cara mengairi media tanam atau dengan cara menyiapkan larutan hara dalam tangki lalu dialirkan ke tanaman melalui selang plastik.

Dan Nutrient Film Technique (NFT) adalah metode hidroponik yang dilakukan dengan cara menanam tanaman dalam selokan panjang yang sempit yang dialiri air yang mengandung larutan hara. Maka di sekitar akar akan terbentuk film (lapisan tipis) sebagai makanan tanaman tersebut. Faktor penting yang perlu diperhatikan pada hidroponik adalah unsur hara, media tanam, oksigen dan air. Hara akan tersedia bagi tanaman pada pH 5.5-7.5, sedangkan yang terbaik adalah pada pH 6.5. Jenis larutan hara pupuk yang sudah sangat dikenal untuk tanaman sayuran hidroponik adalah AB mixsolution. Sedangkan untuk kualitas air yang sesuai adalah yang tidak melebihi 2500 ppm atau mempunyai nilai EC tidak lebih dari 6,0 mmhos/cm serta tidak mengandung logam berat dalam jumlah besar.

Kelebihan yang diperoleh dari budidaya hidroponik adalah dapat dilakukan sepanjang waktu tidak tergantung musim. Jenis komoditas yang ditanam juga tidak terbatas pada tanaman tertentu saja. Umumnya masyarakat menanam sayuran daun seperti selada, pakcoy, sawi, kangkung, seledri, dan kalian. Tanaman sayuran buah yaitu tomat, cabai, terong dan timun juga mulai banyak dibudidayakan melalui hidroponik. Sementara itu, jenis tanaman buah yang sudah banyak dikembangkan melalui hidroponik diantaranya golden melon dan semangka. (*)



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *