oleh

Rekonstruksi Pembunuhan, Atong Bayar Rp200 ribu Bawa Miske Tan

Tanjungpinang, KepriDays.co.id-Tersangka kasus pembunuhan yang terjadi di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri pada, Jumat (15/5/2020) lalu jalani rekonstruksi atau reka ulang perbuatannya, Rabu (3/6/2020) pagi.

Pelaku inisial SAS alias Atong (42), warga jalan Kijang Lama, Kampung Melayu Kota Piring, Tanjungpinang. Sedangkan, korban atas nama Miske Tan (49), warga Bakong Singkep Barat, Kabupaten Lingga.

Terlebih dahulu, Atong (pelaku) memperagakan awal bertemu dengan Miske Tan (korban) hingga memperagakan caranya menghabisi korban di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di kedai kopi Jalan Pantai Impian, Kecamatan Tanjunpinang Barat, Kota Tanjungpinang.

Kapolres melalui Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Tanjungpinang AKP Rio Reza Parindra mengatakan, dalam rekonstruksi kasus pembunuhan tersebut lebih kurang 33 adegan.

“Disini kita lakukan lebih kurang 33 adegan direkonstruksi untuk membuat terang dan meyakinkan (Penyidik) kejadian yang sebenarnya,” ujar Rio.

Rekonstruksi dilakukan berawal beretemu dan terjadi transaksi antara tersangka dan korban di Jalan Yusuf Kahar tepatnya, didepan Hotel Sampurna Jaya. Disitu disepakati tarif sekali berhubungan intim sebesar Rp200 ribu.

“Berdasarkan keterangan tersangka disepakati Rp200 ribu untuk melakukan hubungan badan seperti suami istri. Setelah ada kesepakatan kemudian dibawa ke Pantai Impian,” katanya.

Dia, mengatakan, hubungan terlarang keduanya tidak sempat dilakukan karena tersangka langsung tertidur setelah sampai di kedai yang dijaganya itu.

“Tersangka dalam kondisi mabuk berat, sehingga sampai di kedai itu langsung tertudur,” jelasnya.

Setelah terbangun, tersangka melihat korban membawa kabur uangnya dan tersangka langsung mengejar korban dan memukul korban dengan martil hingga tewas.

Terkait barang bukti martil yang digunakan tersangka membunuh korban hingga saat ini belum ditemukan.

Dia mengatakan, akan terus melakukan pencarian. Diketahui dalam rekonstruksi barang bukti martil itu dibuang tersangka ke laut.

“Kita akan berusaha mencari dan barang bukti lainnya kan masih ada, jadi sementara kita koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) apakah sudah cukup,” ucapnya.

Atas perbuatannya, tersangka telah melanggar pasal 338 KUHPidana dan atau 340 KUHPidana dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Sebelumnya, sosok mayat wanita ditemukan di laut atau perairan Pantai Impian, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Tanjungpinang Barat, Tanjungpinang pada hari itu juga sekitar pukul 05.00 WIB dini hari.

Wartawan: Amri
Editor: Ikhwan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.