oleh

ESDM Kepri Pastikan Tambang Pasir di Gunung Lengkuas, Bintan Ilegal

Bintan, KepriDays.co.id -Dinas ESDM Provinsi Kepri memastikan pertambangan pasir di kawasan pemukiman warga RT 002/RW 002, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri adalah ilegal. Hal itu disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Teknik dan Lingkungan Pertambangan Mineral Dinas ESDM Kepri, Reza Muzzamil Jufri, Jumat (26/6/2020) saat dikonfirmasi.

Reza mengatakan, sesuai UU  Nomor 4 Tahun 2009, bahwa pembinaan dan pengawasan kegiatan usaha pertambangan yang menjadi kewenangan Pemerintah adalah yang memiliki izin.

Pada lokasi dimaksud saat ini tidak tercatat memiliki izin dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, sehingga kegiatan dimaksud adalah tanpa izin (ilegal).

“Iya kegiatan di lokasi yang dimaksud adalah ilegal,” tegasnya.

Sesuai dengan pasal 158 UU 4 tahun 2009, bahwa kegiatan pertambangan tanpa izin adalah tindakan pidana, maka yang memiliki kewenangan untuk penindakan adalah Aparat Penegak Hukum (APH).

Terkait, Lurah setempat yang mengatakan akan menyurati dinas terkait di Provinsi terkait hal ini dia mengakui belum mengetahui pasti sudah masuk apa belum.

“Surat dari Lurah sepertinya belum ada diterima, tapi nanti coba saya konfirmasi ke sekretariat dinas,” tutupnya.

Sebelumnya, Lurah Gunung Lengkuas, Waliyar Rachman menyampaikan, penambangan pasir diduga ilegal itu sudah dilakukan peninjauan oleh pihaknya, menyurati dan memanggil pihak penambang.

“Kami sudah ada tinjau lokasi, panggil pihak tambang dan sudah kami surati juga,” ujarnya kemarin.

Sampai saat ini memang belum ada tanggapan dari pihak tambang. Mereka tetap melaksanakan aktivitasnya. Langkah selanjutnya, pihaknya akan menyurati dinas terkait di Provinsi Kepri. Sebab, dinas terkait yang punya wewenang.

“Kami bakal menyurati dinas terkait karena disana yang punya wewenang. Dinas pertamnagan ini kan sudah ada di Provinsi, kita di Kabupaten tidak ada lagi,” ucapnya.

Informasi yang dihimpun, aktivitas pertambangan tersebut sudah beroperasi sejak awal tahun 2020. Pasir hasil dari menambang itu dijual ke pemasok atau penampung seperti pemilik toko bangunan di kawasan Bintan dan Kota Tanjungpinang.

Wartawan: Amri
Editor: Ikhwan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.