oleh

Bertemu Lis, PLN Bantah Putuskan Listrik saat Covid-19, Suharno: Kami Cuma Segel


Tanjungpinang, KepriDays.co.id -Anggota Komisi III DPRD Kepri, Lis Darmansyah mengaku mendapat keluhan dari masyarakat bahwa listriknya diputus oleh pihak PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) wilayah Tanjungpinang.

Namun setelah dikonfirmasi dan klarifikasi ke pihak PLN, ternyata tidak ada yang diputus. Namun pihak PLN bilang ada yang disegel tetapi tidak diputus.

“Beliau (pihak PLN) mengatakan tidak ada yang namanya pemutusan aliran listrik. Kalau disegel memang benar ada, tetapi itu karena pelanggan belum ada etikad untuk membayar tunggakan dengan mencicil makanya mereka segel,” ujar Lis, Kamis (2/7/2020) disalah satu kedai kopi di Tanjungpinang.

Karena kondisi Covid-19 ini pengaruhnya sangat besar untuk perekonomian khususnya di masyarakat. Maka diminta kepada PLN agar jangan sampai masyarakat tidak mendapatkan aliran listrik.

“Kemarin juga saya minta tidak ada masyarakat yang tidak mendapatkan aliran listrik dimasa pandemi Covid-19 saat ini,” ucapnya.

Dia juga berharap kepada masyarakat agar memberikan informasi kepada pihak PLN untuk mulai mencicil tunggakan tarif listriknya.

Kalau merasa berat dengan nilainya masyarakat dikasi waktu untuk mencicil. Mungkin kalau sudah mulai dicicil tidak akan mungkin dilakukan penyegelan.

“Yang jelas saya minta, jangan sampai dengan kondisi begini (Covid-19) masyarakat tidak sama sekali mendapatkan aliran listrik. Meskipun disegel saja tapi paling tidak masyarakat mendapatkan aliran listrik,” harapnya.

Di tempat yang sama, Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) wilayah Tanjungpinang, Suharno menyampaikan, terkait penyegelan meteran listrik pelanggan memang benar dilakukan. Namun, itu dilakukan karena memang pelanggan tidak ada lagi iktikad baik untuk membayar tagihan listriknya.

Sebelum ada Covid-19 atau kejadian terjadinya lonjakan listrik ini bahwa warga masyarakat atau pelanggan yang menunggak pembayaran tagihan listrik itu ada sekitar 4500 setiap bulannya. Sementara, yang terjadi kelonjakan tagihan listrik saat ini ada sekitar 6200 pelanggan.

“Disegel dalam keadaan mati ada sekitar 135 pelanggan dari jumlah 4500 dan 6200,” ujarnya.

Dari 6200 ini didatangi dan dijelaskan oleh pihaknya dan ada juga yang datang langsung ke kantor PLN. Pelanggan yang datang ke kantor ada sekitar 1882 atau by WhatsApp (WA) dan yang datang ke Posko PPSK 130 pelanggan.

“Dari jumlah pelanggan yang mengalami lonjakan kami sudah menawarkan bisa dicicil semampunya. Nah, yang melakukan proses cicilan ini hanya ada sekitar 574 pelanggan,” katanya.

Pencicilan ini secara garis besar dibuat selama empat bulan. Cicilan pertama 40 persen dan 60 persen lagi dibagi tiga bulan.

“Kalaupun pelanggan tidak mampu nyicil pertama 40 persen kami juga berikan disvensasi lagi menjadi 30 persen karena kan kemampuan pelanggan kita berbeda-beda,” jelasnya.

Intinya, kalau terjadi kelonjakan agar sama-sama melakukan pengecekan untuk mengetahui penyebab lonjakan terjadi, karena tidak menutup kemungkinan pihak PLN yang salah mencatat dan lain sebagainya.

“Kami ada juga salah mencatat dalam artian pelanggan baru memakai 100 dan kami mencatatnya 110. Ada melapor ke kita bahwa PLN ada salah 8 selama lonjakan dan kami mengakui itu,” tutupnya.

Wartawan: Amri
Editor: Roni



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *