oleh

Ratusan TKA dari China Masuk ke Bintan, Kadisnaker: Mereka Hanya 6 Bulan Bekerja di Sini

Bintan, KepriDays.co.id -Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Kadisnaker) Kabupaten Bintan Indra Hidayat menyampaikan, sebanyak 325 orang Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China dan 27 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) masuk ke Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, Sabtu (8/8/2020) melalui Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang.

Mereka merupakan tenaga ahli kontruksi untuk percepatan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di PT. Bintan Alumina Indonesia (BAI) di Kawasan industri Galang Batang, Bintan.

“27 TKI ini yang dipulangkan karena mereka sudah selesai pendidikan selama 1 tahun di China yang dibiayai oleh PT BAI dan ini rata-rata anak Kepri,” ujar Indra saat dikonfirmasi.

Dia mengatakan, semua TKA ini hanya 6 bulan saja bekerja di Indonesia dalam hal ini Kabupaten Bintan setelah itu akan kemabli ke asalnya.

“Mereka ini bekerja selama 6 bulan saja dan setelah itu sesuai izin yang mereka miliki mereka pulang lagi ke China dan nanti akan dilanjutkan dengan pekerja kita,” ungkapnya.

Terkait perizinan yang dibawa semuanya sudah lengkap, mulai dari identitas, hasil tes swab dari negara asalnya dan lainnya.

“Kami sudah periksa semua lengkap dan sudah kami terima secara soft copy,” ucapnya.

Sebelumnya, pihak PT BAI sudah merekrut lebih kurang 900 orang tenaga kerja lokal untuk pendampingan tenaga ahli tersebut.

Kemudian, terkait kesiapan daripada PT BAI sendiri untuk menerima TKA ini sesuai dengan protokol kesehatan yang ada dan berkoordinasi dengan stake holder yang menangani yakni kesehatan.

Dan, juga mereka (PT BAI) sudah menyiapkan karantina khusus di dalam lokasi kerja dan itu sudah ditinjau oleh tim termasuk KKP, Dinkes dan sebagainya kelayakannya sudah 99 persen untuk dipergunakan.

“Jadi, nanti begitu datang mereka akan dikarantina selama 14 hari disana dan dilakukan pemantauan oleh Dinkes maupun KKP. Setelah 14 hari jika tidak ada masalah baru mereka boleh melaksanakan tugas (kerja),” jelasnya.

Menurutnya, karena kondisi ekonomi saat ini khususnya di Bintan bahkan dimana-mana memang terjadi efesiensi dan pengangguran terus meningkat.

“Dengan percepatan ini mungkin dan kami yakin apabila ini beroperasi akan membantu menurunkan angka pengangguran yang dihadapi pemerintah daerah,” harapnya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjungpinang, Agus Jamaludin menyampaikan, jumlah itu terbagi dari tiga flight atau penerbangan dengan menggunakan maskapai Citilink. Flight pertama kurang lebih pukul 14.30 WIB. Itu yang dari Direct China-Tanjungpinang.

Kemudian sorenya diatas pukul 15.00 WIB disusul dua flight dari China-Jakarta dan dari Jakarta-Tanjungpinang. Mereka menggunakan jalur khusus.

Oleh karena itu, KKP langsung siaga Covir-19 di pintu masuk negara dengan menerapkan protokol kesehatan. Karena hal ini sesuai dengan Undang-undang nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan dan surat edaran Menteri Kesehatan nomor 332 tahun 2020 tentang pelaku perjalanan di pintu masuk negara baik WNI maupun WNA.

“Tentu langkah yang kami lakukan adalah seluruh penumpang harus menggunakan masker serta pelaku perjalanan memiliki surat tes PCR dengan hasil negatif. Dari KKP menurunkan kurang lebih 28 orang termasuk saya,” katanya.

Selain itu, dalam rangka deteksi dini pihaknya juga akan melakukan rapid test ulang sebagai screnning faktor risiko tahapan Covid-19.

Apabila ada yang dinyatakan reaktif, maka pihaknya akan melakukan penyelidikan epidemiologi berupa wawancara kepada yang bersangkutan.

“TKA akan dikarantina mandiri di wisma karantina PT BAI dengan pengawasan Satgas Covid-19 Kabupaten Bintan. Muda-mudahan tidak ada yang reaktif,” harapnya menutup.

Wartawan: Amri



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *