Tanjungpinang, KepriDays.co.id – Anggota DPRD Kota Tanjungpinang Momon Faulanda Adinata turun langsung ke gorong-gorong titik pembuangan akhir air di empat perumahan yang langganan banjir di Kelurahan Air Raja Tanjungpinang Timur.
Aksi itu untuk melihat langsung saat hujan deras kelancaran air di pembuangan tersebut, dan ternyata di lapangan terlihat drainase besar sekitar 5 meter itu dangkal serta belum di batu miring.
Momon yang didampingi dengan beberapa warga melihat didalam drainase tersebut banyak sampah, seperti, botol plastik dan lainnya tersangkut.
“Jika hujan lebat pembuangan ini tidak dapat menampung air banyak sehingga meluap, saya mohon kepada pihak-pihak terkait untuk duduk bersama dalam rangka mencari solusi penanganan banjir di kawasan Bintan Center tersebut,” katanya di lokasi gorong-gorong dibelakang Taman Batu 10.
Bahkan pada Senin (4/1/2021) kemarin, DPRD Kota Tanjungpinang sudah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait gorong-gorong ini ke pihak PT Sinar Bahagia selaku pengembang yang membangun drainase itu.
Hasil RDP, pihak PT Sinar Bahagia diketahui bersedia memperbaiki drainase tersebut, namun mereka meminta Pemerintah Kota Tanjungpinang dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memperbesar Box Culvet di titik akhir drainase tepatnya di jalan protokol depan baru KM 8 depan Gereja.
“Saya harap bagaimanapun permasalahan ini harus segera diselesaikan, tolong jangan korbankan masyarakat, masyarakat Perum Taman Seraya dan Perum Bumi Indah yang paling terdampak karena Banjir ini,” terang Momon.
Sementara untuk diketahui hanya 3 perumahan yang terimbas akibat gorong-gorong gak lancar seperti, Perumahan Taman Harapan Indah, Perumahan Taman Seraya dan Perumahan Bumi Indah. Untuk Perumahan Griya Bestari hanya pembuangan akhirnya ke drainase tersebut.
“Jadi kalau bisa solusi awal supaya drainase ini tidak tersumbat pas belakang Taman Batu 10, agar pemerintah dan pengembang untuk mengeroknya dengan alat berat,” ujarnya usai menelusuri drainase dengan jalan kaki diguyur hujan.
Penulis: Roni
