oleh

Persatuan Mubalig Kepri Dibantuk, Ustaz Maryono Jadi Ketua

Tanjungpinang, Kepridays.co.id-Persatuan Muballigh Provinsi Kepri resmi dibntuk. Pembentukan organisasi itu melalui musyawarah mubalig yang dilaksanakan di Asrama Haji, Tanjungpinang, Kamis (14/1/2021).

Ustaz Maryono yang dikenal sebagai Ustadz keliling pulau serta Konsultan Pernikahan terpilih secara aklamasi menjadi Ketua. Sedangkan Ustadz Hariyun Sagita sebagai Sekretaris, dan Ustadz Fahmi Fikri sebagai Bendahara.

Usai pemilihan maryono mengatakan, program kerja yang akan ia laksanakan adalah meningkatkan kompetensi muballigh tujuh kabupaten/kota, serta menghidupkan semangat berorganisasi para mubalig agar lebih profesional dan menguasai manajerial serta administrasi dalam pengelolaan dakwah yang sesuai dengan luasnya wilayah Provinsi Kepri yang berkarakter kepulauan.

“Saat ini sudah empat kabupaten/kota memiliki kepengurusan, yaitu Batam, Tanjungpinang, Bintan dan Karimun. Untuk tiga kabupaten lagi yaitu Lingga, Anambas dan Natuna akan kita lengkapi,” kata Maryono.

Sebagai ketua, ia akan berkeliling ke tujuh kabupaten/kota, memastikan kegiatan dakwah berjalan lancar hingga pelosok dengan semangat persatuan, ukhuwah, Islamiyah, ukhuwah watoniyah dalam bingkai NKRI.

“Insyaallah pulau-pulau kecil di Anambas, Natuna, Lingga, dan Karimun juga akan kita datangi,” kata Ustadz yang saat ini juga menjabat Ketua BKPRMI Kepri ini.

Ustadz Zulkifli Haka, selaku Ketua Formatur yang memimpin jalannya pemilihan mengatakan, Ustadz Maryono terpilih secara aklamasi oleh 7 orang perwakilan 7 kabupaten/kota, 4 perwakilan Kementerian Agama dari 4 kabupaten kota yang sudah terbentuk persatuan muballigh yaitu Batam, Tanjungpinang, Karimun dan Bintan, serta satu orang perwakilan panitia musyawarah pembentukan.

“Secara aklamasi memilih Ustadz Maryono sebagai Ketua,” kata Zulkifli.

Zulkifli Haka menjelaskan, penentuan nama Persatuan Mubaligh berdasarkan usulan pada rapat sidang komisi yang disepakati dinamai Persatuan yang pada awalnya dinamai Perkumpulan.

“Pada sidang komisi disepakati anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, diantaranya disepakati namanya Persatuan yang pada awalnya direncanakan bernama Perkumpulan,” ungkapnya.

Kontributor: Fik
Editor: Ikhwan


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *