oleh

Setubuhi Anak Bawah Umur Lebih 10 Orang, Oknum Fotografer di Batam Ditangkap Polisi

Batam, KepriDays.co.id -Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Riau (Kepri) meringkus seorang oknum fotografer di Kota Batam karena diduga telah melakukan pencabulan terhadap anak dibawah umur lebih dari 10 orang. Pelaku berinisial RS.

RS melakukan tindak kejahatannya di dua lokasi hotel yang ada di daerah Pelita, Kota Batam pada September 2020 yang lalu dengan modus menawarkan korban sebagai model foto.

“Tersangka berprofesi sebagai Fotografer melakukan bujuk rayu dan menawarkan korban sebagai model foto sehingga para korban menuruti keinginannya,” ujar Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt didampingi Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto, Rabu (20/1/2021) saat Konferensi Pers di Mapolda Kepri.

Dari hasil penyidikan dan penyelidikan diawal tersangka mengaku sudah 10 orang anak dibawah umur menjadi korbannya.

“Hasil pemeriksaan diawal bahwa ada 10 orang anak yang menjadi korbannya, namun penyeledikan ini akan terus berkembang dan tidak berhenti sampai disini saja,” tegasnya.

Selanjutnya, tim juga melakukan pemeriksaan terhadap para korban dan saksi, dan juga terus melakukan pendalaman serta pengembangan terhadap dugaan adanya korban lainnya serta melakukan koordinasi dengan P2TP2A Provinsi Kepri sebagai pendampingan kepada korban.

Dari kejahatan yang dilakukan tersangka, pihanya berhasil mengamankan barang bukti 1 unit Handphone yang digunakan tersangka untuk Chating dengan para korbannya, 1 buah Kamera, 1 helai baju warna abu-abu, 1 helai celana panjang warna biru, 1 helai celana dalam warna ungu, 1 helai Bra warna hitam, 1 helai baju warna hitam motif kotak-kotak dan 1 helai celana panjang warna biru.

Atas perbuatannya, tesangka dikenakan Pasal 81 Ayat 2 dan Ayat 5 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 dan paling lama 15 tahun serta denda paling banyak Rp5.000.000.000.

Kombes Pol Arie Dharmanto menambahkan, dalam penegakkan hukum terhadap perlindungan anak ini bahwa pihaknya juga akan menerapkan Undang-undang baru, yang sudah ditandatangani oleh bapak Presiden RI yang salah satunya didalam ayat tersebut adalah pemberian hukuman Kebiri Kimia yang dilakukan sesuai dengan putusan hakim di pengadilan.

Dia juga mengatakan, menurut pengakuan tersangka telah melakukan kejahatannya kepada lebih dari 10 korban dan yang dia ingat hanya 10 nama.

“Ini tidak menutup kemungkinan korbannya lebih dari 10 orang karena sewaktu didalam pemeriksaan pelaku ini mengatakan banyak lupa dan yang diingat hanya 10 nama. Dari para korban-korbannya tersebut 2 orang diantaranya sudah hamil,” tutupnya.

Wartawan: Amri


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *