oleh

Tinjau Razia Perut Lapar, Kapolda: Kita Dukung Niat Baik Anggota

Tanjungpinang, KepriDays.co.id -Niat baik datang dari seorang anggota Kepolisian Resor (Polres) Tanjungpinang Bripka Zulhamsyah Putra bersama istrinya Findianita. Mereka menyajikan makanan dengan moto “Siapa Saja Boleh Makan, Razia Perut Lapar Bayar Rp1000 atau Seikhlasnya” perut jadi kenyang.

Anggota polisi yang bertugas sehari-hari sebagai Ps Panit Intelkam Kepolisian Sektor (Polsek) Kawasan Khusus Pelabuhan (KKP) Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang itu pun mendaat dukungan oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kepri Irjen Pol Aris Budiman.

“Kita mendukung niat baik anggota kita,” ujar Aris, Senin (22/2/2021) saat meninjau tempat Zulhamsyah berjualan atau merazia perut lapar di depan Kantin KP3 seputaran Polsek Kawasan Pelabuhan SBP tepatnya depan Gedung Daerah, Tanjungpinang.

Dia mengaku salut atas apa yang dilakukan anggotanya itu. Sebab, dimasa pandemi Covid-19 saat ini ada sebagian masyarakat yang ekonominya sulit dan anggota ada yang perduli terhadap itu.

Menurutnya, kegiata yang dilakukan anggotanya itu sangat membantu masyarakat yang kesulitan untuk makan dimasa pandemi ini. Bahkan, dia yakni akan banyak masyarakat yang terdorong untuk memberikan donasi kepada anggotanya.

“Ini bagus, Saya kira banyak masyarakat yang terdorong hatinya untuk menyumbang,” ucapnya.

Di kesempatan itu, Aris menyerahkan bantuan berupa beras dan telur untuk digunakan Zulhamsyah dalam merazia perut lapar.

Sebelumnya, Zulhamsyah mengatakan, “Razia Perut Lapar” itu buka setiap hari mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai dengan menyiapkan 50 porsi makanan. Bahkan, lokasinya akan berpindah-pindah tempat di wilayah Tanjungpinang.

Dia menceritakan, niat baik itu dilakukan dari pengalaman pribadinya. Dimana, pernah bertemu seseorang yang sulit untuk membeli makanan karena faktor ekonomi dimasa pendemi Covid-19.

“Dari situ hati saya dan istru tergerak ingin membantu sesama semampu saya tapi dengan tidak merendahkan mereka,” ujar mantan Walpri mendiang Walikota Tanjungpinang Syahrul itu.

Tidak merendahkan artinya, masyarakat tetap membeli dengan harga Rp1000 per porsi. Sebab, mana tahu ada masyarakat malu mendapat nasi bantuan, maka itu dibuat satu porsi Rp1000 atau Seikhlasnya.

Namun, walaupun demikian masyarakat ada juga yang membayar sebesar Rp20 ribu per porsi dan juga dibawah Rp1000 dan dimasukkan kedalam toples yang telah disiapkan olehnya.

“Kita tidak tau siapa yang membayar dan bayar dengan uang berapa, dengan itu “Subsidi Silang Pahala” tanpa harus malu membayar atau membantu, jadi kita sama-sama mendapatkan pahala,” ungkapnya.

Menurutnya, uang yang di dapat hari ini untuk modal masakan besok dan begitu seterusnya.

Dia menegaskan, razia perut lapar bayar Rp1000 atau seikhlasnya ini dibuat bukan karena merasa lebih, tapi itu murni karena pernah merasakan apa yang mereka rasakan dimasa pandemi ini.

Dan, untuk saat ini, dirinya baru menyiapkan sebanyak 50 porsi per harinya. Namun, tidak menutup kemungkinan akan bertambah.

“Jika nanti ada rezeki lebih kita akan menambah porsinya setiap hari. Doakan saja saya selalu sehat agar bisa hadir setiap hari mutar diberbagai titik di Tanjungpinang,” pintanya.

Wartawan: Amri


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *