oleh

Dishub Tanjungpinang Terapkan Sistem Smart Card untuk Uji KIR

Tanjungpinang, KepriDays.co.id -Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tanjungpinang menerapkan sistem smart card atau kartu pintar untuk melakukan Uji Kelayakan Kendaraan atau KIR di Tanjungpinang, Provinsi Kepri.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Tanjungpinang, Bambang Hartanto mengatakan, hal ini bertujuan untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat yang ingin melakukan uji KIR.

Smart card ini sebagai ganti buku uji KIR yang merupakan aturan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI yang harus dimulai pada 2021 ini.

“Alhamdulillah, untuk Tanjungpinang sudah bisa dimulai Februari ini, walaupun tidak dimulai tanggal 1 Januari 2021 dan penggunaan uji KIR ini sudah berlaku sejak dua minggu lalu,” ujarnya, Senin (22/2/2021) kemarin di kantornya.

Namun, hal itu masih menunggu perubahan Peraturan Daerah (Perda). Jadi, setelah ada persetujuan dari Mendgri dan Provinsi Kepri, barulah perubahan Perda nomor 2 tahun 2020 tentang restribusi pengujian kendaraan bermotor dilaksanakan.

Pemerintah pusat telah mengintruksikan atau mewajibkan bagi Pemerintah Daerah (Pemda) kabupaten/kota yang tidak memiliki alat uji dengan menggunakan smart card dilarang untuk melaksanakan pengujian.

Menurutnya, di wilayah Provinsi Kepri smart card baru ada di Kota Tanjungpinang dan Batam.

“Di Bintan alatnya ada tapi belum menggunakan alat itu. Jadi, otomatis, Bintan itu harus melaksanakan uji KIR di Tanjungpinang,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan, bahwa penggunaan sistem smart card ini juga sudah terintegrasi dengan Kemenhub RI sehingga lebih mudah dan efektif. Seluruh database kendaraa tersimpan secara elektronik dan dapat dibaca melalui aplikasi cek kir secara online.

Kartu tersebut memiliki memori terpadu mikroprosesor yang telah dipendam. Di dalamnya berisikan data kendaraan yang lulus uji.

Setelah tahap kendaraan diuji, semua hasil pengujian akan dicetak langsung secara cepat. Pemilik kendaraan akan mendapatkan kartu pintar, stiker, dan sertifikat lulus uji.

“Sertifikat uji berisi dokumen baik posisi tampak depan, belakang, samping, nomor, alamat pemilik, hingga foto warna kendaraan,” jelasnya.

Dia meminta kepada pemilik mobil yang wajib uji kir agar melaksanakan pengujian dengan sebaik-baiknya. Sebelum melakukan pengujian, diharapkan terlebih dahulu mengecek kondisi kendaraan, mulai dari mesin, perlengkapan, rem, ban, lampu, spion, termasuk knalpot agar ketika pengujian bisa langsung lulus karena yang menentukan lulus atau tidak itu diukur menggunakan alat.

“Memang, kalau nanti tidak lulus akan dikasi waktu untuk perbaikan dan kemudian kembali lagi dengan batas waktu yang ditentukan untuk uji ulang,” katanya.

Sementara, Kasi Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Kota Tanjungpinang, Alfizar mengatakan, sejak penggunaan smart card pada 15 Februari 2021 lalu sudah ada sebanyak 15 kendaraan yang melakukan uji kir seperti truk dan pickup.

Dari 15 kendaraan ini, ada 7 yang tidak lulus uji KIR, sehingga yang 7 tersebut tidak mendapatkan kartu pintar.

“Kartu pintar ini hanya kita keluarkan untuk kendaraan yang telah lulus uji dan di kartu itu ada nomor serinya,” ucapnya dilokasi pengujian KIR.

Dia juga mengatakan, pengguna uji kir dengan smart card ini bisa dilakukan dengan di tab dan bercode. Kartu ini juga ada stiker hologram yang juga ditempel di kaca kendaraan.

“Dengan penggunaan sistem smart card ini, pengujian kendaraan lebih efektif dan simple. Bahkan memudahkan petugas dalam merekap data yang melakukan uji kir karena kendaraan yang masuk secara otomatis sudah terekap di aplikasi,” tutupnya.

Wartawan: Amri
Editor: Roni


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *