oleh

PKB Koreksi Pernyataannya, Yendi: Kedepankan Praduga Tak Bersalah

Tanjungpinang, KepriDays.co.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Tanjungpinang mengoreksi pernyataan sebelumnya yang dikeluarkan oleh Ketua DPC PKB Kota Tanjungpinang, Yandi Andrian.

PKB, kata Yandi, menghormati proses hukum yang sedang berjalan untuk kasus dugaan gelar palsu yang menyeret oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang dari Partai PKB, Rini Pratiwi.

Bahkan, kasus yang meyeret kader PKB tersebut pihaknya tetap mengedepankan praduga tidak bersalah.

“Kita (PKB) menghormati proses hukum berjalan dan tetap kedepankan praduga tak bersalah,” ujar Yandi Andrian, Jumat (26/2/2021) kepada Kepridays.co.id.

Terkait bantuan hukum dari partai, dia tidak bisa memastikan ada apa tidak. Namun, hingga saat ini yang bersangkutan masih dibantu kuasa hukum pribadinya.

“Kita lihat dulu sejauh mana masalah ini. Tapi yang jelas sampai saat ini Rini masih bantu kuasa hukum pribadinya,” katanya.

Sedangkan masalah sanksi yang nantinya diterima yang bersangkutan dari partai, jika terbukti bersalah juga belum bisa memastikan seperti apa.

“Masalah sanksi kita menunggu inkrah dan kita belum bicara,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan KepriDays.co.id, selain Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Tanjungpinang, DPC PKB Kota Tanjungpinang juga memastikan tidak ada bantuan hukum untuk kasus dugaan gelar palsu yang menyeret oknum anggota DPRD Kota Tanjungpinang dari Partai PKB, Rini Pratiwi.

“Gak ada bg,” ujar Ketua DPC PKB Kota Tanjungpinang, Yandi Andrian.

Pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan tanpa mencampurinya dan hanya bisa memberikan dukungan moril terhadap kader PKB tersebut.

“Tentunya kita cuma bisa memberi dukungan moril terhadap Rini,” ungkapnya.

Walaupun demikian, pihaknya tetap mengedepankan praduga tidak bersalah terhadap kasus yang menimpa kadernya itu.

Menurutnya, jika kader PKB tersebut terbukti bersalah dan sudah inkrah dari pengadilan maka akan ada sanksi dari partai terhadap yang bersangkutan.

Wartawan: Amri
Editor: Roni



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *