oleh

Rini Pratiwi Hadapi Kasusnya Sendiri, PKB Tak Beri Bantuan Hukum

Tanjungpinang, KepriDays.co.id -Selain Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Tanjungpinang juga memastikan tidak ada bantuan hukum untuk kasus dugaan gelar palsu yang menyeret anggota DPRD Kota Tanjungpinang Rini Pratiwi.

“Gak ada bg,” ujar Ketua DPC PKB Kota Tanjungpinang, Yandi Andrian, Jumat (26/2/2021) kepada Kepridays.co.id.

Pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan tanpa mencampurinya, dan hanya bisa memberikan dukungan moril terhadap kader PKB tersebut.

“Tentunya kita cuma bisa memberi dukungan moril terhadap Rini,” ungkapnya.

Walaupun demikian, pihaknya tetap mengedepankan praduga tidak bersalah terhadap kasus yang menimpa kadernya itu.

Menurutnya, jika kader PKB tersebut terbukti bersalah dan sudah berkekuatan hukum tetap dari pengadilan, maka akan ada sanksi dari partai terhadap yang bersangkutan.

“Masalah sanksi kita tunggu inkrah pengadilan. Nanti kita pleno kan dulu sesuai AD ART, bisa juga sanksi PAW,” katanya.

Sementara sebelumnya, berkas kasus dugaan gelar palsu yang menyeret Rini Pratiwi sudah lengkap atau P-21 dan tinggal menunggu tahap II.

Saat ini, Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjungpinang tinggal menunggu penyidik Polres Tanjungpinang untuk melimpahkan tersangka beserta barang bukti yang sudah lengkap tersebut.

Rini Pratiwi dilaporkan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Tanjungpinang-Bintan atas dugaan penggunaan ijazah atau gelar palsu ke Sat Reskrim Polres Tanjungpinang pada, Senin (9/3/2020) silam.

Gelar yang diduga palsu tersebut yakni S-2, seharusnya Rini Pratiwi menggunakan gelar Master Management (MM), tapi malah menggunakan gelar Master Managemen Pendidikan (MMPd).

Setelah itu, Rini Pratiwi ditetapkan tersangka dugaan pengunaan gelar palsu pada, Selasa (20/10/2020) lalu.

Wartawan: Amri
Editor: Roni



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *