oleh

Rahma Perlu Komunikasi Politik Pemilihan Wakil Walikota Tanjungpinang

Tanjungpinang, KepriDays.co.id -Enam bulan berjalan, Hj. Rahma telah dilantik menjadi Walikota Tanjungpinang defenitif, namun sampai saat ini belum ada pendamping yaitu Wakil Walikota Tanjungpinang.

Terkait pencalonan Wakil Walikota Tanjungpinang yang akan mendampingi Rahma hingga tahun 2023, Rahma menyampaikan tanggapannya saat berdialog dengan masyarakat.

Rahma menyampaikan bahwa nama-nama bakal calon Wakil Walikota yang diusulkan dari partai pengusung sudah diterima, namun masih ada beberapa berkas dan proses yang harus dilengkapi dan akan dilakukan pembahasan lebih lanjut.

“Saya sudah terima berkas terkait usulan nama bakal calon Wakil Walikota yang akan mendampingi saya hingga 2023 mendatang. Namun dalam menentukan pilihan, tentunya saya harus hati hati dalam mengambil keputusan. Saya ingin siapapun yang mendampingi saya nanti, harus lah orang yang sejalan dengan saya, dan bisa menempatkan diri sebagaimana mestinya, agar proses Pemerintahan dan pembangunan bisa berjalan dengan lancar sesuai RPJMD yang sudah disusun,” kata Rahma.

Sedangkan kabar yang beredar ada tanggapan bahwa Rahma enggan untuk memiliki Wakil Walikota Tanjungpinang, Rahma tegas membantah hal tersebut karena ia sangat membutuhkan Wakil Walikota untuk membantunya.

“Jika ada yang mengatakan saya lebih nyaman sendiri, itu tidak benar. Saya hanya ingin mengulang dimasa Pemerintahan Ayah Syahrul dan saya. Saya bisa menempatkan diri sebagai Wakil Walikota, fokus membantu Walikota, dan mendukung semua kebijakan Walikota. Begitu pula dengan kondisi sekarang, saya ingin Wakil Walikota yang akan dampingi saya nanti harus tulus lahir bathin serta sejalan dalam membantu saya menjalani Roda Pemerintahan,” ujar Rahma.

Rahma menambahkan, terkait pencalonan calon wakil walikota, belum ada peraturan pemerintah yang menjelaskan secara rinci tentang Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis nya.

“Untuk itu saya meminta arahan dari Kementerian Dalam Negeri agar tidak salah dan sesuai aturan,” jelas Rahma.

Sedangkan Dr. Suryadi Pakar Politik menyampaikan bahwa usulan nama bakal calon Wakil Walikota Tanjungpinang, hendaknya dikomunikasikan terlebih dahulu kepada Walikota Rahma, sebelum di usulkan secara resmi.

“Ibarat jika dalam dalam proses rumah tangga, sebelum dinikahkan tentunya kita harus tahu terlebih dahulu siapa orang yang akan mendampingi kita, agar dikemudian hari bisa selalu harmonis, dan jangan sampai ada istilah kawin paksa. Jika itu terjadi maka roda Pemerintahan tidak akan bisa berjalan baik, karena tidak sesuai keinginan dan tak sejalan,” ucap Suryadi.

Sementara Hendri Sanopaka Pakar Politik lainnya mengatakan bahwa yang terpenting adalah harus ada komunikasi politik. Perlunya duduk bersama antara Walikota dengan Partai Pengusung, kira-kira calon seperti apa yang di inginkan Rahma.

“Karena ini bukan saja bahas tentang politik, namun dampak kepada masyarakat yang harus difikirkan. Silakan diskusikan, sosok seperti apa yang dirasa cocok berdampingan dengan Rahma. Setelah ditemukan nama calon yang pas, baru diusulkan dan dibahas lebih lanjut di DPRD,” kata Hendri.

Kemudian, Pengamat Politik Adji Suradji Muhammad juga sependapat dan sepakat bahwa tentu harus ada proses dialogis antara Walikota dengan partai pengusung untuk menentukan siapa nama calon wakil walikota yang diusulkan oleh masing-masing partai.

“Jika benar komunikasi itu belum maksimal maka mari kita sama-sama maksimalkan dan jangan berdiri di lingkup masing-masing, kami berharap bahwa Ibu Rahma sebagai Walikota Tanjungpinang dan partai-partai pengusung bisa menjadi bagian penting untuk melahirkan Wakil Walikota yang sesuai dengan harapan dan ketersambungan hati untuk menjalani roda pemerintahan,” tutup Adji.

Editor: Roni

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *