Tanjungpinang, KepriDays.co.id -Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Barisan Muda Kosgoro (BMK) 1957 Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengutuk keras aksi bom bunuh diri yang terjadi di halaman Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan beberapa Minggu lalu.
“Saya secara pribadi dan atas nama organisai DPD BMK Kepri mengutuk keras perbuatan bom bunuh diri di Makassar,” ujar Ketua DPD BMK 1957 Kepri, Jufri Helmi, Senin (29/3/2021) siang disalah satu Kedai Kopi di Tanjungpinang.
Menurutnya, aksi bom bunuh diri itu merupakan perbuatan sangat kejam, apalagi di tempat ibadah dan akan mengancam persatuan dan kesatuan bangsa ini.
Seharusnya, di masa pandemi virus Corona atau Covid-19 saat ini bangsa Indonesia fokus dalam pemulihan ekonomi, bangkit bersama-sama dan menjaga persatuan NKRI.
“Dimasa pandemi ini, seharusnya kita bangkit bersama dan bergandengan tangan untuk memulihkan ekonomi dan penjaga persatuan,” ucapnya.
Dia berharap, kejadian serupa tidak terjadi di daerah lain termasuk di Provinsi Kepri.
“Mudah-mudahan di Kepri di Kepri tidak terjadi seperti itu, disini sudah damai. Yang sudah damai ini lebih damai lagi kedepannya,” harapnya.
Diketahui, kejadian bom bunuh diri di halaman Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan tersebut terjadi pada, Minggu (28/3/2021). Pelaku merupakan sepasang suami istri berinisial L dan YSF.
Keduanya merupakan bagian dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang pernah melakukan aksi serupa di Katedral Our Lady of Mount Carmel, Pulau Jolo, Filipina Selatan.
Wartawan: Amri
