Lingga, KepriDays.co.id-Bustami Tokoj Pemuda Lingga meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) dan Inspektorat Lingga supaya bekerja lebih serius dalam membina dan mengaudit penggunaan Dana Desa di 75 desa Kabupaten Lingga.
Hal ini diungkapkan terkait banyaknya kejadian yang melibatkan beberapa kepala desa yang bermasalah dalam pengelolaan anggaran yang sudah dikucurkan pemerintah pusat dalam bentuk Dana Desa (DD). Terutama dalam penyusunan RAB Pembangunan yang sering terjadi pembengkakan anggaran.
“Dalam penilaian kami masih banyak kecolongan pemerintah dalam melakukan pemantauan penggunaan dan pengelolaan Dana Desa itu, sehingga ada beberapa Kades yang bermasalah tentang itu,” ungkap Bustami, Senin (30/08/2021).
Dia mencontohkan salah satu dari material seperti harga semen per zak di pasaran yang selalu tidak sesuai dengan SPJ yang dilaporkan. Hal ini sering membuat pertanyaan dan gejolak di lingkungan masyarakat desa.
“Harga semen per zak yang pasaranye hanya sekitar Rp 95.000/zak sampai ke lokasi, boleh di cek disemua SPJ Desa yang hampir rata-rata laporannya lebih dari harga 100 ribu. Dari situ saja sudah nampak merugikan negara, belum lagi yang lainya,” katanya.
Ia pun meminta kepada DPMD dan Inspektorat Kabupaten Lingga agar lebih ekstra dalam melakukan pembinaan dan audit dana desa tersebut demi menyelamatkan keuangan negara dari praktek oknum Kepala Desa yang mengambil kesempatan dalam menjabat.
Dia juga mengajak seluruh masyarakat Desa di Kabupaten Lingga supaya ikut serta mengawasi setiap pembangunan yang telah dianggarkan supaya benar-benar tepat sasaran dan sesuai dalam realisasinya.
“Bagi masyarakat desa juge supaye ikut memantau segala bentuk pembangunan supaya betul-betul prioritas dan tepat sasaran untuk dinikmati dalam bentuk pengembangan ekonomi mereka di kampung,” kata Bustami.
Editor: Ikhwan
