Tanjungpinang, KepriDays.co.id -Sau (38 tahun) seorang Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Basuki Rahmat depan Bank Syariah Mandiri Kota Tanjungpinang, tampak lesu. Itu dikarenakan dia memikirkan nasib dagangannya yang sepi pembeli di masa pandemi Covid-19, Jum’at (17/09/2021).
Sebagai kepala keluarga dari seorang istri dan 2 anak yang masih kecil, penghasilannya yang begitu minim membuat dirinya hampir putus asa meraup rezeki di masa pandemi Covid-19.
Bahkan ia merasa sudah nyaris tak mampu lagi mempertahankan usahanya di tengah pandemi COVID-19. Saat PPKM Darurat mulai diberlakukan pemerintah, pelapak sembako itu memutuskan sempat memilih berhenti jualan selama seminggu penuh.
“Sekarang ini susah untuk mendapatkan penghasilan 30 ribu perhari Pak. Jangankan 30 ribu, kadang satu hari cuma dapat 5 ribu saja pak,” ujarnya dengan nada tampak sedih.
Dia pun mencurahkan isi hatinya ketika ditemui KepriDays.co.id, persoalan hidip lain juga mulai menghampirinya, seperti, memenuhi kebutuhan sehari-hari yang sebelumnya bakal modal usaha pun perlahan terkikis.
Terlebih lagi, ia belum menutupi utang sisa pembayaran stok barang-barang sebelumnya kepada pemasok. “Pandemi buat saya terlilit utang pinjaman bank yang masih 1 tahun 10 bulan lagi,” terangnya.
Sau bahkan sempat beberapa kali mencoba mengurus bantuan dari pemerintah, namun hasilnya tidak memuaskan. Kendati begitu, bantuan usaha produktif mikro atau BPUM yang diluncurkan pemerintah pun tidak terjamah oleh pedagang yang sudah pasrah dengan keadaannya saat ini.
Padahal, Sau sangat berharap bantuan pemerintah mengalir ke pedagang kecil sepertinya. Kini ia hanya bisa pasrah meratapi nasib dalam berjuang meraup rezeki di masa pandemi.
Mau dikeluhkan dengan siapa lagi tanyanya, Sau sampai kini masih percaya bahwa pemerintah akan ada buat rakyatnya yang kesusahan.
Ia juga telah berusaha untuk tetap ikut anjuran pemerintah melakukan protokol kesehatan ketat saat berjualan, dengan memakai masker dan menyediakan cuci tangan.
Namun apa daya, bantuan yang diharapkannya tidak mendapatkan hasil memuaskan. Sau harus tetap berjuang sendiri demi dua anak dan istrinya.
“Saya harap pandemi selesai, saya bisa keluar dari keterpurukan ini. Semoga pemerintah mendengar suara kami pedagang kecil,” harapnya.
Editor: Roni
