oleh

Gubernur Minta Bupati dan Walikota Serius Gesa Vaksinasi

Advetorial, Kepridays.co.id –Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menginginkan adanya keseriusan dari seluruh pemerintah daerah Kabupaten dan Kota di Provinsi Kepri untuk mengejar capaian vaksinasi dikalangan lanjut usia (Lansia) yang masih rendah.

Penegasan gubernur tersebut bertujuan agar status Provinsi Kepri dalam PPKM turun level yang lebih rendah. Provinsi Kepri berada di asesmen Covid-19 di level II dikarenakan capaian vaksinasi lansianya yang masih berada di kisaran 53,65 persen, untuk turun ke level I pemerintah pusat memberikan syarat vaksinasi lansia minimal 60 persen.

“Sekarang yang masih menjadi penghalang kita untuk turun ke level yang lebih rendah hanya tinggal vaksinasi lansia, jadi kita memang harus terus mendorong itu,” kata Ansar saat rapat bersama Bupati dan Walikota di Tanjungpinang, kemarin.

Untuk capian vaksinasi di kabupaten dan kota hanya Kota Tanjungpinang dan Kota Batam yang berhasil melampaui capaian vaksinasi lansia lebih dari 60 persen, sehingga kedua kota tersebut dapat turun ke level I. Sementara Kabupaten lainnya masih berada di level II dan III.

Gubernur mengingatkan kepala daerah bahwa pengumuman asesmen levelisasi selanjutnya adalah 7 November. Artinya sampai tanggal 5 November beberapa kabupaten yang belum mencapai target vaksinasi lansia harus semaksimal mungkin menggenjot vaksinasi lansia.

“Waktunya memang pendek, tapi harus kita kejar terus untuk vaksinasi lansia. Jika asesmen tanggal 7 nanti belum tercapai, paling tidak asesmen selanjutnya seluruh kabupaten dan kota di Kepri harus sudah di level I,” harap Ansar.

Lalu sebagai daya tarik untuk mengajak lansia mau divaksinasi harus dilakukan dengan menyertakan berbagai bantuan. Pemerintah kabupaten dan kota dianjurkan untuk mengajak pengusaha membantu bantuan sembako untuk stimulus vaksinasi lansia.

“Karena kemarin kan pengusaha sudah kita bantu di vaksin gotong royong yang harusnya pakai dana mereka akhirnya kita izinkan vaksin gratis dari pemerintah. Jadi sekarang giliran pengusaha yang membantu kita membantu menyediakan sembako untuk lansia,” ujar Gubernur.

Terakhir Gubernur mengingatkan seluruh kepala daerah untuk mewaspadai potensi perlonjakan kasus di gelombang ketiga yang sudah banyak diprediksi akan terjadi di akhir tahun.

“Libur natal dan tahun baru harus kita perketat. Kemarin kita sudah kandas di gelombang kedua, kalau gelombang ketiga ini kita dapat mempertahankan kelandaian seperti sekarang maka kita bisa meminta berbagai diskresi ke Pemerintah Pusat,” tutupnya.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *