oleh

Hari Disabilitas Internasional, Dinsos Tanjungpinang Salurkan Bantuan ke Ratusan Difabel

Advetorial, KepriDays.co.id – Sempena Hari Disabilitas Internasional (HDI) Pemko Tanjungpinang melalui Dinas Sosial (Dinsos) salurkan bantuan kepada ratusan difabel di Tanjungpinang.

Bantuan yang disalurkan itu berasal dari berbagai donatur, salah satunya Balai Besar Inten Suweno – Cibinong, Balai Abiseka Pekanbaru dan Baznas berupa alat bantu dengar (hearing aid), kursi roda, kursi roda anak, kursi roda standar, walker, nutrisi,  tongkat, kasur kesehatan, kewirausahaan dan sembako.

Wali Kota Tanjungpinang, Rahma mengatakan sejak 3 Desember 1992 sudah ditetapkan sebagai HDI oleh seluruh negara di dunia sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa, peran penyandang disabilitas sekaligus momen bagi masyarakat internasional untuk memperhatikan dan menyelesaikan persoalan yang dihadapi kaum difabel.

“Di Indonesia dimaknai sebagai bentuk pengakuan terhadap disabilitas, peneguhan komitmen kepedulian untuk mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan disabilitas,” kata Rahma, di Aula Dinsos Kota Tanjungpinang, Sabtu (4/12).

Faktor pendidikan, kata Rahma sangat penting bagi penyandang disabilitas, pendidikan inklusif bertujuan untuk menyatukan pendidikan reguler dengan pendidikan khusus dalam satu sistem yang menyatukan kebutuhan semuanya.

Sektor swasta juga didorong untuk bermitra dengan organisasi disabilitas dalam merencanakan kegiatan dan aksi nyata sehingga manfaatnya akan dirasakan.

“Pada dasarnya kaum disabilitas membutuhkan intervensi dalam menjalankan hidup yang normal dan layak sehingga bisa menjalankan fungsinya sebagai masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinsos Kota Tanjungpinang Achmad Nur Fatah menjelaskan pemberian bantuan itu bertujuan untuk memberi semangat dan membangkitkan motivasi penyandang disabilitas. Saat ini jumlah kaum difabel di Tanjungpinang mencapai 557 orang.

“Ke depannya mari bersama berjuang memenuhi kebutuhan dan hak-hak penyandang disabilitas, mulai dari hal yang kecil hingga fasilitas yang memang harus mereka rasakan seperti warga umumnya,” kata Fatah.

Saat ini, kata Fatah merupakan bukti nyata memberikan perhatian melalui penyaluran bantuan yang bermanfaat oleh difabel. Pihaknya  juga memohon dukungan dari lembaga yang berada di bawah kementerian baik balai ataupun panti sosial yang ada di Jawa dan menaungi Kepri.

“Khususnya Tanjungpinang agar diberi atensi yang lebih terhadap kaum difabel yang membutuhkan,” tambahnya. ***



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *