oleh

Silat Pengantin Seni Pencak Silat Tradisional Budaya Melayu

Oleh:
Kelompok II Manajemen UMRAH
Dias Muhammad Akbar, dkk.

Perguruan Kiambang Putih di Bentan Penao, Kabupaten Bintan mempertunjukan seni silat yang disajikan di acara pernikahan adat melayu ini disebut juga dengan istilah silat bendera. Bentuk penyajiannya terbagi menjadi dua bagian, yaitu silat bendera dan silat persembahan.

Silat bendera ditampilkan oleh dua orang pesilat, dengan menggunakan properti bendera warna merah dan warna putih. Simbol bendera berwarna merah dan putih memiliki makna untuk mempersatukan dua insan manusia ke dalam bahtera keluarga.

Bendera merah dimaknai sebagai darah merah, dalam hal ini dari mempelai wanita. Simbol bendera putih dimaknai sebagai darah putih, dalam hal ini dari mempelai pria. Persembahan Silat bendera diakhiri dengan menyatunya kedua bendera.

Dilanjutkan dengan silat persembahan.Silat persembahan ditampilkan oleh satu orang pesilat yang dilakukan secara bergantian. Pertunjukan silat pengantin diiringi oleh musik pengiring yang terdiri dari instrumen dua buah gendang silat dan gong. Pola memainkan instrumen musiknya dimainkan secara berulang-ulang, monoton, dan tampak kesakralannya.

Silat pengantin adalah atraksi silat untuk menyambut tamu-tamu besar yang datang ke negeri Bunda tanah Melayu, atau untuk menyambut pengantin laki-laki menuju ke pelaminan.

Dalam pertunjukan silat pengantin yang di dalamnya terdapat silat bendera dan silat persembahan ini lebih menonjolkan pada pengalaman perorangan, seorang pesilat sebisa mungkin menunjukkan gerak langkah bunga dengan ketangkasan dan keahlian yang dimilikinya.

Hasilnya, setiap pesilat memiliki gaya dan karakteristik sendiri-sendiri. Hal ini disebabkan karena gerak yang disajikan secara saksama itu tidak ada gerakan yang dihafalkan atau baku. Gerak
yang hadir merupakan gerak yang ditampilkan secara spontanitas oleh setiap individu pesilatnya. Hanya saja, dalam bentuk penyajiannya memiliki struktur rangkaian yang jelas.

Sebelum silat dimulai, diawali terlebih dulu dengan berbalas pantun, lalu pesilat berhadapan di depan pengantin laki-laki atau tamu.

Serta, melakukan sembah awal atau menjunjung sembah, sebagai penghormatan bagi pengantin dan tamu.

Kemudian, pesilat melakukan rangkaian dari pada gerak-gerak silat yang merupakan rangkaian ragam dari masing-masing daerah setempat.

Pakaian para Pesilat adalah Baju Kurung Melayu lengkap berkain dagang luar, dengan berikatkan Buku Bemban atau Selempet.

Pertunjukan silat pengantin ini diiringi oleh musik pengiring yang terdiri dari instrumen dua buah gendang silat dan gong. Pola memainkan instrumen musiknya dimainkan secara berulang-ulang, monoton, dan tampak kesakralannya.

Ternyata, ada makna tersendiri dari adat Silat Pengantin ini, yakni melambangkan suatu simbol bahwa pengantin datang ke tempat yang aman dari segala musuh. ***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *