oleh

Sosialisasi 4 Pilar MPRI Bang Haji Dharma Setiawan

“Peran 4 Pilar Diantara ‘Serbuan’ Budaya Asing Di Era Digital”

Batam, KepriDays.co.id – Sosialisasi 4 Pilar MPR RI oleh Anggota DPD RI / MPR RI Bang Haji Dharma Setiawan, pada hari Jum’at, 29 Juli 2022 bersama warga RT se RW 10, Tokoh Masyarakat, dan Ibu-Ibu Majelis Taklim Kel. Buliang, Kec. Batu Aji, Kota Batam, kali ini bertemakan “ Peran 4 Pilar diantara ‘serbuan’ budaya asing di era digital”.

Seperti kita ketahui bersama bahwa pada era globalisasi ini banyak sekali budaya asing yang masuk melalui media elektronik/digital. Seperti di youtube, tik tok, instagram, dan lain sebagainya, untuk itu Bang Haji menyampaikan, bahwa di tengah kemajuan globalisasi dan era digital ini, maka kita perlu memperbanyak sosialisasi 4 Pilar MPR RI di semua daerah untuk memperkuat NKRI.

Semenjak pandemi Covid-19 di Indonesia, maka semua kegiatan beralih ke media digital. Untuk Pendidikanpun, anak-anak mulai SD sampai perguruan tinggi melakukan kegiatan belajar mengajar secara on line.

Bang Haji saat memberikan pemaparan empat pilar di Batam.

Mau tidak mau maka semua dilakukan dengan menggunakan gadget, handphone, tablet, dan lain sebaginya. Bahka anak-anak dibawah umurpun menggunakannya.

Era digitalisasi ini ada manfaat yang bisa kita ambil, seperti cepatnya informasi dari negara lain, mempermudah aktivitas kerja dan kegiatan belajar mengajar saat work from home, tetapi banyak pula hal-hal negatif yang menyebabkan para generasi muda semakin luntur jiwa nasionalismenya. Melaui youtube, instagram, sekarang ada tik tok, yang mana budaya asing lebih banyak berperan dan ditiru oleh semua kalangan, dari anak-anak sampai orang tua.

Bang Haji Dharma berkata : “ ayo, kita kembalikan anak-anak kita seperti semula, letakkan handphone mereka, gantilah permainan mereka dengan bermain bersama-sama, seperti lompat tali, petak umpet, monopoli, ular tangga, mendongeng tentang legenda di Indonesia atau bercerita tentang para pahlawan kita, dan lainnya.

Janganlah anak-anak menjadi terbiasa dengan game on line yang menyebabkan anak-anak menjadi lupa segalanya karena asyik dengan game on line atau bermain tik tok, pergilah berekreasi mengunjungi museum, atau tempat-tempat bersejarah lainnya agar mereka mengenal para pahlawan yang sudah membuat Indonesia tercinta ini merdeka”.

Ruang digital tidak mempunyai rule, tidak ada tata krama. Untuk itu perlu adanya pengawasan, khususnya orang tua, terhadap penggunaannya. Aktivitas generasi muda kita di ruang digital haruslah tetap di koridor semula, yaitu tetap memiliki wawasan kebangsaan, tetap berada pada norma-norma nilai-nilai Pancasila dan ke- Bhinnekaan.

4 Pilar menjadi benteng pertahanan bangsa dan negara Indonesia. Dengan landasan 4 Pilar tersebut, maka generasi muda dapat mempertahankan persatuan dan kesatuan Indonesia dari semua ancaman, tantangan dan hambatan yang datang, baik dari dalam maupun dari luar di era yang serba digital ini.

Untuk itu sosialisasi 4 Pilar MPR RI menjadi salah satu spirit bagi rakyat Indonesia untuk mempertahankan dan menjaga negara dan bangsa, sehingga rakyat tentram, aman, adil, makmur dan sentosa.

“ Kita sebagai orang tua yang mempunyai anak-anak generasi penerus bangsa harus mampu membuat anak-anak kita cinta bangsa dan tanah air, cinta budaya sendiri dan tidak lagi meniru bahkan terlanjur mencintai budaya asing, sehingga generasi muda kita menjadi penerus bangsa yang bisa membangun bangsa Indonesia ini dengan konsepsi 4 Pilar, yakni UUD 1945, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, maka NKRI benar-benar terbentuk dengan rasa nasionalisme yang tinggi ” tutur bang Haji Dharma menutup uraiannya.

Editor: Roni

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *