Rumah Dihantam Angin Kencang, Nenek 80 Tahun Tertimpa Reruntuhan

Bintan, KepriDays.co.id – Dua rumah warga RT 002/ RW 001, Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan mengalami kerusakan akibat dihantam angin kencang, Minggu (1/10/2023) siang.

Dalam bencana tersebut terdapat delapan korban jiwa namun satu diantaranya mengalami luka dibagian kepala akibat tertimpa reruntuhan dari atap rumah. Korban luka itu adalah Nenek Bintang berusia 80 tahun.

Kepala Pelaksana Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Bintan, Ramlah, mengatakan bencana ini terjadi pada pukul 13.00 WIB. Ketika itu hujan lebat disertai angin kencang melanda Desa Bintan Buyu.

Angin kencang dengan kecepatan melebih 24 Knot itu menghantam atap dua rumah warga. Akibatnya atap bersama rangkanya melayang dan menghempas ke pepohonan.

“Jadi hujan disertai angin kencang itulah yang menghantam atap rumah warga hingga atapnya melayang,” ujar Ramlah di Bintan Buyu, Senin (2/10/2023).

Ketika kejadian berlangsung, seorang nenek-nenek bernam Bintang melihat atap rumahnya melayang. Dia berusaha menyelamatkan diri namun naasnya ada bagian rangka atap yang lepas lalu menimpa dirinya.

Akibat kejadian itu, bagian kepala nenek mengalami luka lecet. Namun kondisi nenek masih dalam kategori sehat.

“Rencananya hari ini kita akan memeriksakan kesehatan korban ke tim medis. Meskipun nampaknya sehat kita ingin memastikan kondisinya baik-baik saja,” jelasnya.

Ditanya jumlah kerusakan dan korban dalam bencana ini. Ramlah mengaku ada dua rumah yang mengalami kerusakan bagian atap. Satu diantaranya rusak berat dan satu lagi rusak ringan.

Sedangkan korban jiwa ada dua kepala keluarga (KK) yang terdiri dari delapan jiwa. Sementara yang mengalami luka hanya satu jiwa.

“Ada 8 Jiwa dalam bencana ini. Ada yang satu rumah ditempati 2 jiwa dan satu lagi 6 jiwa,” katanya.

Untuk penanganan, kata Ramlah, pihaknya melakukan rapid asessment diantaranya penilaian kerusakan, kerugian dan pemenuhan kebutuhan dasar untuk dasar acuan rencana selanjutnya.

“Warga dan relawan lainnya sudah melakukan gotong royong membersihkan puing-puing atap yang rusak. Kini BPBD Bintan masih melakukan perhitungan kerusakan,” ucapnya.

Wartawan: Ari
Editor: Roni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *